Suatu peristiwa yang sangat memilukan terjadi di Rao, Pasaman Timur. Seorang nenek Saudah (67), menjadi korban penganiayaan brutal setelah menolak aktivitas tambang emas ilegal di atas lahan miliknya sendiri.
Kamis malam, 1 Januari 2026, Nenek Saudah mendatangi para penambang dan meminta mereka menghentikan penggalian. Aktivitas sempat berhenti. Namun usai Magrib, para penambang kembali masuk ke lahannya.
Tak terima haknya dilanggar, sang nenek nekat berjalan sendirian menuju lokasi tambang yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya, hanya berbekal senter. Di tengah jalan, ia dilemp4ri batu, lalu dipukvli hingga tak berdaya.
Dalam kondisi setengah s4d4r,korban sempat mendengar dirinya disebut "sudah meninggal". Tubuhnya kemudian dibuang ke semak-semak di tepi sungai sekitar pukul 22.00 WIB.
Sekitar pukul 01.00 WIB, keajaiban terjadi. Nenek Saudah tersadar dan berusaha pulang dengan tubuh tertatih. Namun setiba di depan rumah, ia kembali pings4n dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Kini korban masih dirawat intensif di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping dengan kondisi wajah leb4m, ny3ri hebat, dan pusing akibat bentvran ker4s
Pihak kepolisian menyebut identitas pelaku sudah diketahui dan sedang diburu.
Demi emas ileg4l, nurani manusia seakan hilang. Semoga pelaku segera ditangkap dan dihukum seadil-adilnya.(*)

Posting Komentar untuk "Nenek Penolak Tambang llegel di Lahannya Sendiri Dihajar dan Dibuang, Dikira Tewas"