Banyak yang tidak tahu, nama Saldi Isra punya cerita yang unik. Lahir dengan nama singkat "Sal", sang ayah menambahkan "-di" saat mendaftar SD agar tidak terlalu pendek.
Nama "Isra" baru beliau tambahkan sendiri saat kelas 6 SD sebagai singkatan dari nama kedua orang tuanya: Ismail dan Ratina. Sebuah bentuk cinta yang beliau improvisasi sendiri.
Perjalanan kariernya pun tidak mulus. Beliau adalah anak IPA yang sempat 3 kali gagal tes masuk ITB karena ingin jadi ahli Geologi atau tentara.
Karena butuh biaya, beliau sempat merantau ke Jambi untuk bekerja sebelum akhirnya mencoba peruntungan terakhir di jurusan yang tidak pernah ia impikan: Ilmu Hukum Universitas Andalas.
Siapa sangka, jurusan yang awalnya hanya jadi "pilihan pelengkap" itu justru membawanya menjadi lulusan terbaik (Summa Cum Laude), Profesor termuda, hingga kini menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi.
Benar-benar sebuah "tersesat ke jalan yang benar" yang membawa berkah bagi bangsa.

Posting Komentar untuk "Kisah Anak Solok Yang "Tersesat ke Jalan Yang Benar""