Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Pesawat ATR 42-500 Yang Kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung


Pangkep Media Duta, -
Pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, diketahui merupakan armada milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT.

Reruntuhan pesawat ditemukan tersebar di sekitar puncak Gunung Bulusaraung. Lokasi jatuhnya pesawat berada di area pegunungan yang ekstrem, dengan kondisi medan terjal dan diselimuti kabut tebal, sehingga menyulitkan proses pencarian dan evakuasi.

Tim SAR melaporkan bahwa lokasi berada pada kemiringan hampir 90 derajat di ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut. Kontur tanah yang curam serta jarak pandang terbatas menjadi tantangan utama dalam upaya penyelamatan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim SAR gabungan telah menyiapkan sejumlah skenario evakuasi, termasuk penggunaan jalur udara dan teknik penyelamatan khusus di medan ekstrem.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan bahwa pesawat tersebut tengah menjalankan misi resmi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.

 Ia juga membenarkan bahwa terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi penumpang dalam penerbangan tersebut.

Selain membawa tiga pegawai KKP, pesawat ATR 42-500 ini juga mengangkut tujuh kru, yakni Pilot Capt. Andy Dahananto, Co-Pilot Yudha Mahardika, awak kabin Florencia Lolita dan Esther Aprilita, serta kru teknis Hariadi, Franky D. Tanamal, dan Junaidi.

Pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan diketahui diproduksi pada tahun 2000. Pengamat penerbangan Alvin Lie menegaskan bahwa usia pesawat tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator kelayakan terbang.

Menurutnya, faktor utama keselamatan penerbangan terletak pada perawatan berkala, kepatuhan terhadap prosedur teknis, serta inspeksi rutin yang berujung pada penerbitan sertifikat kelaikan terbang tahunan.

Ia juga menjelaskan bahwa meskipun termasuk pesawat komersial, armada ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport tidak dioperasikan untuk penerbangan berjadwal, melainkan disewa secara khusus oleh KKP, sehingga pengawasan teknis dan perawatan manual harus dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan. (*)

Posting Komentar untuk "Pesawat ATR 42-500 Yang Kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung"