Jadi Tumbal sang Maestro.
Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, mulai membeberkan fakta di balik sengkarut tambahan kuota haji 2024.
Gus Yaqut mengklaim bahwa dirinya tidak dilibatkan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), saat proses penerimaan tambahan 20.000 kuota dari Pemerintah Arab Saudi pada Oktober 2023 lalu.
Dalam keterangannya di siniar YouTube Ruang Publik, Jumat (16/1), Yaqut menyebutkan bahwa kuota tambahan tersebut diterima langsung oleh Presiden Jokowi dari Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) di ujung proses persiapan teknis."Masalahnya, ketika Presiden Jokowi menerima kuota tambahan itu, tidak ada saya di sana.
Presiden waktu itu didampingi oleh Menteri BUMN Pak Erick Thohir, Menpora Pak Dito, lalu ada Mensesneg dan Menseskab.
Saya tidak ada di situ," tegas Yaqut. Pertimbangan Teknis Terabaikan Yaqut menyayangkan ketidakhadirannya dalam rombongan kepresidenan tersebut.Menurutnya, sebagai menteri teknis yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan haji, ia seharusnya memberikan masukan mengenai risiko di lapangan.
Ia berargumen bahwa penambahan kuota di saat waktu yang sudah sangat mepet akan berdampak buruk pada kualitas layanan jamaah.
"Seandainya saya ikut, saya akan sampaikan kepada Presiden situasi tahun 2023, bahwa tambahan 20.000 itu akan sangat sulit sekali dicarikan layanan teknis yang paripurna.
Karena saya tidak ada di situ, saya tidak bisa memberikan pertimbangan," cetusnya.


Posting Komentar untuk "Yaqut Cholil Sebut Tak Dilibatkan Tambahan Kuota Haji Jokowi, Tapi Erick Thohir dan Pak Dito"