Seorang pejabat tinggi Venezuela menyatakan bahwa pemerintah Venezuela akan tetap bersatu di belakang Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap oleh Amerika Serikat dan memicu ketidakpastian yang mendalam bagi negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu.
Mengutip Reuters, Senin (5/1/2026), Maduro berada di pusat penahanan New York menunggu sidang pengadilan pada hari Senin atas tuduhan narkoba.
Presiden AS Donald Trump memerintahkan penangkapannya dari Venezuela pada hari Sabtu dan mengatakan AS akan mengambil alih kendali negara tersebut.Namun di Caracas, para pejabat tinggi pemerintahan Maduro, yang menyebut penahanan Maduro dan istrinya Cilia Flores sebagai penculikan, masih memegang kendali.
"Di sini, persatuan kekuatan revolusioner lebih dari terjamin, dan di sini hanya ada satu presiden, yang bernama Nicolas Maduro Moros.
Jangan sampai ada yang terpancing provokasi musuh," kata Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dalam rekaman audio yang dirilis oleh partai sosialis PSUV yang berkuasa.
Gambar Maduro yang berusia 63 tahun dengan mata tertutup dan tangan diborgol pada hari Sabtu mengejutkan warga Venezuela.
Operasi tersebut merupakan intervensi Washington yang paling kontroversial di Amerika Latin sejak invasi Panama 37 tahun lalu.
Tanpa memberikan rincian spesifik, Menteri Pertahanan Jenderal Vladimir Padrino mengatakan di televisi pemerintah bahwa serangan AS menewaskan tentara, warga sipil, dan "sebagian besar" pengawal keamanan Maduro "dengan kejam." Angkatan bersenjata Venezuela telah diaktifkan untuk menjamin kedaulatan, katanya.
Pemerintah Venezuela telah mengatakan bahwa Trump berupaya untuk "mengambil sumber daya alam negara yang melimpah, terutama minyaknya," dan para pejabat menyoroti komentar Trump pada hari Sabtu bahwa perusahaan minyak besar AS akan masuk.
Beberapa pendukung Maduro berkumpul dalam pawai protes yang disponsori pemerintah pada Minggu sore di Caracas.
"Rakyat Venezuela tidak boleh menyerah, dan kita tidak boleh pernah menjadi koloni siapa pun lagi," kata demonstran Reinaldo Mijares. “Negara ini bukanlah negara para pecundang.(*)

Posting Komentar untuk "Presiden Nicolas Maduro di Tangkap Oleh Presiden Amerika Serikat"