Selamat tinggal Ayah, Ibu..." Jangan tangisi seragamku yang kini kaku tak bernyawa, Aku telah mendaki gunung, menjaga perbatasan RI-papua dengan jiwa.
Aku pergi ke tanah Papua dengan tekad baja di dada, Demi harga diri bangsa, demi kalian yang aku cinta.
Namun Ayah, di sana kegelapan datang bukan dari musuh, Melainkan dari tangan-tangan yang membuat ragaku luruh.

Posting Komentar untuk "Selamat Tinggal Ayah, Ibu Jangan Tangisi Seragamku"