Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Suara Hati Rakyat: "Jangan Ada yang Ditutupi!"


 Identitas Terduga Pelaku Terungkap! Kopda Fitrah Jadi Sorotan dalam Kasus Gugurnya Pratu Farkhan Marpaung

 Tabir misteri yang menyelimuti kem4t1an tra9is Pratu Farkhan Sauqi Marpaung di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) kian terang benderang. Nama Kopda Fitrah, yang merupakan oknum senior k0rb4n, kini mencuat ke publik sebagai terduga pelaku peng4n14yaan yang menyebabkan hilangnya nyawa sang prajurit muda.


Kini, wajah dan identitas terduga pel4ku telah menjadi konsumsi publik, memicu gelombang desakan agar hukum militer tidak hanya t4j4m ke bawah, tetapi juga tegas kepada siapa pun yang melanggar kemanusiaan.


Keadilan Bukan Sekadar Janji

Publik kini menagih janji institusi TNI untuk melakukan "bersih-bersih" terhadap oknum yang memelihara budaya kek3r4san di dalam barak. Kopda Fitrah, yang seharusnya menjadi pelindung dan pembimbing bagi juniornya di medan tugas, justru diduga kuat menjadi sosok yang merenggut impian Pratu Farkhan.


Beberapa tuntutan yang terus disuarakan keluarga antara lain:

Hukum Tanpa Sandiwara: Meminta agar proses persidangan di Pengadilan Militer dilakukan secara terbuka sehingga publik dapat memantau jalannya kasus ini.


Pasal Maksimal: Mendesak penggunaan pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan kem4t1an, dengan ancaman hukuman penjara maksimal dan pemecatan.


Tanggung Jawab Komando: Mempertanyakan pengawasan komandan satuan di lokasi penugasan sehingga peristiwa keji ini bisa terjadi.

Suara Hati Rakyat: "Jangan Ada yang Ditutupi!"

Di berbagai platform media sosial, dukungan untuk keluarga Pratu Farkhan terus mengalir. 

Tagar #JusticeForPratuFarkhan menjadi wadah bagi netizen untuk mengawal kasus ini agar tidak "menguap" atau berakhir dengan sanksi administratif belaka.

"Kami tidak ingin mendengar alasan 'pembinaan'. Ini adalah tindakan kriminal. Kopda Fitrah harus bertanggung jawab di depan hukum dan di hadapan keluarga korban," ujar salah satu aktivis kemanusiaan di media sosial.

Ujian Bagi Institusi

Gugurnya Pratu Farkhan di tangan rekan sejawat adalah luka besar bagi bangsa. Jika terbukti benar, tindakan Kopda Fitrah bukan hanya membunuh seorang prajurit, tetapi juga memb*n*h kepercayaan rakyat terhadap keamanan di dalam tubuh militer itu sendiri.

Kini, semua mata tertuju pada Polisi Militer (PM). Publik menanti langkah nyata: Apakah Kopda Fitrah akan segera diproses secara transparan, ataukah keadilan bagi Pratu Farkhan akan terkubur bersama j4s*dnya di liang lahat. 

"Selamat jalan Pratu Farkhan Sauqi Marpaung. D4r4hmu yang tertumpah adalah alarm bagi perbaikan institusi. Kami tidakv akan berhenti sebelum keadilan itu nyata."

Posting Komentar untuk "Suara Hati Rakyat: "Jangan Ada yang Ditutupi!""