Tuhan Yang Maha Adil,
terima kasih atas setiap napas, setiap kekuatan, dan setiap amanah yang Engkau titipkan hari ini,2 Februari 2026.
Aku berdiri di sini bukan sebagai pembenci institusi, melainkan sebagai anak bangsa yang mencintai Indonesia dengan sepenuh nurani,dan berharap negeri ini terbebas dari oknum pejabat TNI yang mencederai marwah terhormat sebuah institusi negara.
Aku tidak terlahir dari DNA pengkhianat negara.
Darahku adalah darah pengabdian.Kakekku prajurit TNI AL, ayahku prajurit TNI AD,keduanya mengabdikan hidup dengan kehormatan, tanpa cela, tanpa noda, demi bangsa dan negara.
Namun hari ini, di hadapanku,ketidakadilan berdiri telanjang.
Seorang ayah renta—yang baru saja kehilangan putra tercintanya, tewas dianiaya secara biadab oleh 22 rekan sesama prajurit di dalam barak militer.
Justru diperlakukan sebagai ancaman,dibungkam, ditangkap, dan dipasung dalam sel tahanan Denpom Kupang.
Apa pun skenario yang disusun,
tidak ada satu pun alasan hukum dan moral
yang membenarkan seorang ayah korban
harus kehilangan kebebasan di saat ia masih berduka,
di saat ia seharusnya berdiri tegak memperjuangkan keadilan bagi darah dagingnya sendiri.
Penahanan sementara oleh Ankum dan Papera,
tanpa transparansi, tanpa perlindungan hukum yang layak,
tanpa ruang pembelaan yang manusiawi,
telah berubah menjadi tirani kewenangan,
yang berlindung di balik pangkat dan jabatan.
Jika praktik ini dibiarkan—
jika hari kemarin, hari ini, dan esok terus berulang—
maka sesungguhnya kita sedang mengizinkan ketidakadilan berkuasa di negeri ini,
dan membiarkan oknum pejabat berseragam
menjadi hakim atas nasib rakyatnya sendiri.
Tuhan,
jangan biarkan hukum kehilangan nurani.
Jangan biarkan kekuasaan mengalahkan keadilan.
Dan jangan biarkan Indonesia yang kami cintai
menjadi negeri yang diam saat kemanusiaan diinjak-injak.
Aku akan tetap berdiri.
Tegak.
Berketuhanan.
Berkeadilan.
Untuk satu ayah,
untuk satu kebenaran,
dan untuk martabat negara bernama Indonesia.

Posting Komentar untuk "Advokat Rikha Permatasari Tuhan Yang Maha Adil"