Kisah perjalanan hidup Wismoyo Arismunandar adalah keteguhan, keberanian, dan tekad yang ditempa oleh kerasnya kehidupan sejak usia belia.z
Lahir di Bondowoso, Jawa Timur, 10 Februari 1940, Wismoyo tumbuh dari keluarga sederhana. Ayahnya hanyalah seorang pegawai rendahan pada masa pemerintahan Belanda.
Saat revolusi kemerdekaan berkecamuk, ia yang baru berusia tujuh tahun harus mengungsi bersama orang tuanya ke tempat yang lebih aman.
Selama sekitar satu setengah tahun di pengungsian, hari-harinya diisi dengan menggembala kambing pengalaman yang membentuk mentalnya menjadi pribadi tangguh, berani, dan bertanggung jawab.
Memasuki usia sekolah, ia menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat di Bondowoso, lalu melanjutkan ke SMP di Semarang pada 1954 mengikuti kepindahan sang ayah.Di masa inilah muncul satu kenangan unik: sepulang sekolah, Wismoyo menjadi makelar karcis bioskop untuk menambah uang jajan. Bahkan, ia dipercaya teman-temannya sebagai “komandan” para makelar.
Keberaniannya kerap diuji ketika harus menghadapi pembeli yang menolak harga tiket yang dianggap mahal.Setelah lulus dari SMAN 1 Semarang, pada 1960 ia memutuskan masuk militer.
Lingkungan tempat tinggalnya yang dekat dengan asrama tentara, serta pengaruh pamannya yang seorang prajurit, menumbuhkan cita-cita menjadi tentara. Ia mendaftar ke Akademi Militer Nasional (kini Akademi Militer) di Magelang.
Saat seleksi, keberaniannya kembali terlihat ketika ia menegur seorang perwira yang memegang kepalanya tanpa izin. Sikap tegas itu justru mencerminkan karakter kuatnya.
Lulus sebagai Letnan Dua, Wismoyo bergabung dengan Kopassandha—cikal bakal Kopassus.
Ia terlibat dalam berbagai operasi penting, termasuk penumpasan DI/TII di Sulawesi Selatan dan operasi penumpasan G30S.
Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjadi Komandan Pengawal Pribadi Presiden Soeharto, sebuah posisi yang menuntut loyalitas dan kepercayaan tingkat tinggi.
Setelah itu, ia kembali ke Kopassus dan meniti berbagai jabatan strategis. Pada 1983, ia diangkat menjadi Komandan Jenderal Kopassandha.
Kariernya terus bersinar: pernah menjabat sebagai Pangdam, Pangkostrad, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, hingga akhirnya mencapai puncak sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-17.
Dari anak desa penggembala kambing dan makelar karcis bioskop, Wismoyo Arismunandar menjelma menjadi salah satu jenderal penting dalam sejarah TNI.
Kisahnya menjadi bukti bahwa latar belakang sederhana bukanlah batas, melainkan pijakan untuk melompat lebih tinggi dengan kerja keras, keberanian, dan disiplin.(*)

Posting Komentar untuk "Masa Kecilnya Makelar Karcis Bioskop ke Jenderal Kopassus"