Perang antara pasukan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran memasuki babak baru.Kini, muncul klaim bahwa sebanyak 20.000 pasukan AS telah mundur dari Timur Tengah.
Hal tersebut berdasarkan pernyataan dari mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayjen Mohsen Rezaei.Rezaei mengklaim bahwa AS telah menarik lebih dari 20.000 personel militernya dari kawasan tersebut.
Ia menyebut ribuan tentara Amerika itu kini telah kembali ke pangkalan mereka di Eropa.Menurutnya, langkah ini merupakan sinyal kuat kegagalan AS dalam "perang" yang terjadi baru-baru ini.
"Mundurnya pasukan adalah bukti nyata kekalahan bagi pihak yang menyerang namun gagal mencapai targetnya," ujar Rezaei dalam sebuah wawancara televisi, dikutip dari WANA, Kamis (12/3/2026).Rezaei menjelaskan bahwa misi utama AS untuk melemahkan Republik Islam Iran dan memperluas pengaruh di Teluk Persia telah menemui jalan buntu.
Dirinya bahkan menyebut pasukan AS terpaksa mundur hingga radius 1.000 kilometer dari posisi semula.Menariknya, Rezaei membandingkan data ini dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump.
Jika sebelumnya Trump hanya menyebut angka 9.000 personel yang ditarik, Rezaei meyakini angka aslinya jauh lebih besar, yakni menembus 20.000 prajurit.
Meski mengklaim kemenangan moral lewat mundurnya pasukan lawan, Rezaei mengingatkan militer Iran untuk tidak jemawa.
Ia menegaskan bahwa militer Iran justru semakin kuat seiring berjalannya konflik, namun kewaspadaan penuh tetap menjadi prioritas utama.
"Kita tidak boleh meremehkan musuh. Iran harus tetap siap menghadapi segala skenario yang mungkin terjadi di lapangan," tegasnya.
Pihak Iran menilai AS telah melakukan "salah hitung strategis" karena meremehkan kapabilitas tempur dan karakteristik rakyat Iran dalam menghadapi tekanan militer.
Trump Klaim Perang Iran Segera Usai
Di sisi lain, Trump mengirimkan sinyal kuat bahwa operasi militer besar-besaran di Iran akan segera berakhir.
Dalam wawancara terbaru, Trump mengeklaim kekuatan militer Iran telah lumpuh total sehingga hampir tidak ada lagi target strategis yang tersisa untuk dihancurkan.
"Hampir tidak ada lagi yang tersisa untuk disasar di Iran. Perang ini akan berakhir segera," tegas Trump dalam wawancara telepon dengan Axios, Rabu (11/3/2026) waktu setempat.
Dengan gaya bicaranya yang khas, Trump menyebut agresi militer yang melibatkan kerja sama dengan Israel ini hanyalah sebuah "tamasya singkat" untuk memberantas kekuatan jahat.
Ia sesumbar bahwa dirinya memegang kendali penuh atas durasi konflik tersebut.Kapan pun saya ingin ini berakhir, maka akan berakhir," tambahnya.
Sejak dimulai dua pekan lalu, serangan udara AS dan Israel dilaporkan telah membombardir berbagai titik vital di Iran.Trump mengklaim militer AS telah menyapu bersih sekitar 80 persen peluncur rudal Iran.
Tak hanya itu, angkatan laut, sistem pertahanan udara, hingga pabrik pembuatan pesawat tak berawak (drone) milik Teheran dikabarkan telah hancur lebur.
Langkah ini diambil Washington dan Tel Aviv dengan dalih melucuti kemampuan nuklir dan militer Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

Posting Komentar untuk "20.000 Tentara AS Dilaporkan Mundur dari Timur Tengah, Gagal Lemahkan Iran?"