Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

FIFA dan 10C Mulai Disoroti Dunia, Bahkan Dituding " Bermuka Dua " Rusia Cepat Disangsi, Serangan AS- Israil ke Iran Malah Didiamkan


Jenewa, Media Duta,-   Perdebatan besar mulai muncul di komunitas olahraga internasional. Banyak pengamat menilai dua organisasi olahraga paling berpengaruh di dunia, FIFA dan International Olympic Committee, menerapkan standar berbeda dalam merespons konflik global.

Perbandingan paling mencolok terjadi antara reaksi terhadap invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 dan konflik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat serta Israel terhadap Iran.

Pada Februari 2022, ketika Rusia melancarkan invasi ke Ukraina, reaksi organisasi olahraga dunia sangat cepat dan tegas.

Dalam hitungan hari, atlet Rusia dilarang tampil membawa bendera negaranya di Olimpiade, sementara tim nasional serta klub Rusia dikeluarkan dari berbagai kompetisi sepak bola internasional.

Langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari IOC dan langsung dijalankan oleh FIFA serta UEFA.Namun situasi berbeda terlihat dalam konflik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Delapan bulan setelah perang 12 hari Iran–Israel, serangan kembali terjadi terhadap Teheran. Serangan tersebut bahkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Meski eskalasi konflik memicu kekhawatiran global, IOC maupun FIFA tidak mengambil langkah tegas seperti yang mereka lakukan terhadap Rusia pada 2022.

IOC hanya mengeluarkan pernyataan yang menyoroti pentingnya keselamatan atlet yang akan berpartisipasi dalam Paralimpiade di Italia. Sementara itu, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrรถm, mengatakan organisasinya hanya “memantau situasi”.

Sikap ini memicu kritik keras dari para pengamat geopolitik olahraga.Salah satunya datang dari Simon Chadwick, pakar geopolitik olahraga dari EMLyon Business School. Ia menilai keputusan FIFA pada 2022 sangat kontras dengan sikap mereka sekarang.

“Banyak pengamat mencatat Rusia langsung dilarang setelah invasi ke Ukraina, tetapi tidak ada diskusi serius tentang tindakan serupa terhadap Amerika Serikat,” ujarnya.

Pola waktu dua konflik ini juga menimbulkan perbandingan yang menarik.Invasi Rusia ke Ukraina terjadi hanya empat hari setelah penutupan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Sedangkan serangan AS dan Israel ke Iran dimulai enam hari setelah berakhirnya Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Italia.

Meski pola waktunya mirip, respons organisasi olahraga internasional sangat berbeda.Sejumlah analis menilai faktor politik dan kepentingan ekonomi menjadi alasan utama di balik perbedaan sikap tersebut.

Pim Verschuuren, peneliti manajemen olahraga dan geopolitik dari Universitas Rennes II di Prancis, menilai organisasi olahraga dunia berada dalam posisi sulit ketika harus berhadapan dengan kekuatan besar seperti Amerika Serikat.

Menurutnya, tekanan politik pada 2022 membuat IOC tidak memiliki pilihan selain menjatuhkan sanksi kepada Rusia.Namun situasinya berbeda sekarang.

“Hari ini mereka tidak mampu memusuhi Amerika Serikat,” kata Verschuuren.Faktor lain yang dinilai memengaruhi sikap tersebut adalah agenda olahraga global yang sangat bergantung pada Amerika Serikat.

Negara tersebut menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 bersama Kanada dan Meksiko. Selain itu, AS juga akan menjadi tuan rumah Olimpiade Los Angeles 2028.

Kondisi ini membuat banyak pihak menilai organisasi olahraga internasional cenderung berhati-hati agar tidak merusak hubungan dengan Washington.

Kedekatan antara Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga ikut menjadi sorotan.

Infantino bahkan pernah memberikan penghargaan khusus FIFA Peace Prize kepada Trump, sebuah langkah yang menuai kritik dari sejumlah kalangan.

Sementara itu, posisi Iran dalam dunia olahraga justru semakin tertekan.Meski berhasil lolos kualifikasi Piala Dunia, Iran kini terancam tidak diikutsertakan dalam turnamen tersebut akibat situasi geopolitik yang semakin memanas.

Menurut Chadwick, jika Iran benar-benar dikeluarkan dari kompetisi global, dampaknya terhadap ekonomi olahraga internasional relatif kecil dibandingkan jika langkah serupa diterapkan pada Amerika Serikat.

Para pengamat menilai kondisi ini mencerminkan perubahan besar dalam tata kelola olahraga dunia.

Verschuuren menyebut organisasi olahraga internasional kini semakin terjebak dalam dinamika geopolitik global yang didominasi oleh kepentingan negara-negara besar.“IOC benar-benar kehilangan sentuhan, sama seperti banyak institusi internasional lainnya,” ujarnya.

Perdebatan ini diperkirakan akan terus berkembang, terutama menjelang Piala Dunia 2026, ketika dunia kembali menyoroti hubungan rumit antara olahraga, politik, dan kekuatan global.


Posting Komentar untuk "FIFA dan 10C Mulai Disoroti Dunia, Bahkan Dituding " Bermuka Dua " Rusia Cepat Disangsi, Serangan AS- Israil ke Iran Malah Didiamkan"