Widi Prasetijono bukanlah sosok asing di lingkungan TNI Angkatan Darat. Lahir pada 4 Juni 1971 di Trenggalek, Jawa Timur, ia tumbuh menjadi prajurit yang meniti karier dari satuan tempur elite hingga menduduki jabatan strategis di jajaran pimpinan TNI AD.
Sejak 6 Desember 2024, perwira tinggi berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) ini mengemban amanat baru sebagai Dosen Tetap di Universitas Pertahanan Indonesia.
Sebuah peran yang menandai pergeseran dari garis depan komando menuju ruang akademik tempat pengalaman tempurnya menjadi bekal membentuk generasi perwira masa depan.
Lulusan Akademi Militer dan Darah InfanteriWidi merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1993. Ia berasal dari kecabangan Infanteri, satuan tempur darat yang dikenal sebagai tulang punggung Angkatan Darat.
Sebagian besar kariernya ditempa di kesatuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Di satuan baret merah inilah naluri kepemimpinan, ketegasan, dan ketangguhannya terasah.
Ia bahkan dipercaya menduduki jabatan puncak sebagai Komandan Jenderal Kopassus ke-34 pada periode 31 Januari 2022 hingga 8 April 2022.
Selain bertugas di medan operasi, ia juga pernah mengemban tanggung jawab prestisius sebagai ajudan Presiden RI ke-7, Joko Widodo. Jabatan tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap profesionalisme dan integritasnya.
Deretan Jabatan Strategis
Karier Letjen Widi diwarnai berbagai jabatan penting dan strategis, antara lain:
Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (2018–2020)
Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro (2020–2022)
Panglima Kodam IV/Diponegoro (8 April 2022–24 Desember 2023)
Komandan Kodiklat TNI AD (24 Desember 2023–6 Desember 2024)
Sebagai Pangdam IV/Diponegoro, ia memimpin wilayah teritorial yang strategis di Jawa Tengah dan DIY. Sementara saat menjabat Komandan Kodiklat TNI AD, ia memegang kendali atas pembinaan doktrin, pendidikan, dan latihan prajurit Angkatan Darat sebuah posisi vital dalam menentukan kualitas dan arah pembangunan kekuatan TNI AD ke depan.
Jejak Operasi dan Dedikasi
Sepanjang masa dinasnya sejak 1993, ia terlibat dalam berbagai operasi militer, termasuk dalam konteks Operasi Seroja dan dinamika keamanan dalam Konflik Papua.
Pengalaman di wilayah operasi membentuk karakter kepemimpinannya: tegas, taktis, namun tetap mengedepankan profesionalisme.
Dari Lapangan ke Ruang Kuliah
Penunjukannya sebagai dosen tetap di Universitas Pertahanan Indonesia menjadi simbol transformasi seorang prajurit lapangan menjadi pendidik strategis.
Pengalaman panjangnya di Kopassus dan jabatan komando membuatnya memiliki perspektif komprehensif tentang keamanan nasional, strategi militer, serta kepemimpinan.
Kini, alih-alih memimpin pasukan di medan operasi, ia membimbing perwira muda dan mahasiswa pertahanan memahami dinamika geopolitik, doktrin militer, dan tantangan keamanan modern.
Sosok Pribadi
Di balik seragam dan bintang tiga di pundaknya, Widi adalah suami dari Novita Permatasari. Ia dikenal sebagai figur yang disiplin, sederhana, dan konsisten menjaga profesionalisme sepanjang kariernya.
Perjalanan Letjen Widi Prasetijono adalah gambaran tentang dedikasi panjang seorang prajurit: dari tanah kelahiran di Trenggalek, tempaan keras Kopassus, lingkar kekuasaan negara, hingga akhirnya berkontribusi di dunia akademik pertahanan.
Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa dapat mengambil banyak bentuk di medan tempur maupun di ruang kelas.(*)

Posting Komentar untuk "Letjen Widi Prasetijono Mengemban Amanat Sebagai Dosen Universitas Pertahanan Indonesia"