-Setelah serangan pesawat tak berawak Iran, dengan perkiraan kerugian berpotensi mencapai miliaran dolar jika pesawat tak berawak SAAB GlobalEye "eye" hancur.
Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA) baru-baru ini menjadi pusat perhatian menyusul laporan serangan skala besar dari Iran.
Ini adalah lokasi strategis, yang menampung pasukan UEA bersama dengan pasukan AS dan Prancis. Menurut sumbermiliter, Iran mengerahkan sejumlah besar drone bunuh diri dan rudal jelajah dalam operasi ini.
Berdasarkan citra satelit terbaru, para ahli mulai menganalisis sejauh mana kerusakan sebenarnya di lapangan. Foto-foto tersebut menunjukkan bahwa banyak hanggar yang dibentengi terkena serangan.
Terutama, area yang berisi pesawat tak berawak MQ-4C Triton dan MQ-9 Reaper milik AS menjadi sasaran.
Namun, kerugian finansial utama terkonsentrasi di area Angkatan Udara UEA. Secara spesifik, tiga bengkel yang diyakini sebagai tempat penyimpanan pesawat peringatan dini SAAB GlobalEye telah mengalami kerusakan.
UEA saat ini hanya memiliki total lima pesawat jenis ini.Jika pesawat memang berada di dalam gedung saat ledakan terjadi, ini akan dianggap sebagai kerugian yang tidak dapat diperbaiki.
Setiap Global Eye diperkirakan bernilai sekitar$460 juta, sehingga total kerugian pada armada ini saja mencapai$1,38 miliar.
GlobalEye adalah sistem peringatan dini dan kendali udara (AEW&C) yang dikembangkan oleh perusahaan Swedia Saab, yang dibangun di atas rangka pesawat jet komersial Bombardier Global 6000.
Perbedaannya terletak pada "batang" radar Erieye ER yang besar yang dipasang di sepanjang bagian belakang pesawat. Dari segi teknologi, radar Erieye ER mampu mendeteksi target pada jarak hingga 450 km.
Sistem ini tidak hanya melacak pesawat tempur konvensional tetapi juga dapat mendeteksi target yang sulit ditemukan seperti pesawat siluman, rudal jelajah, dan drone mikro. (*)

Posting Komentar untuk "Pesawat Tak Berawak Iran Hancurkan Pangkalan AS di Al Dhafra "