Kurang dari 24 jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Donald Trump dan Iran, ketegangan di Timur Tengah kembali memanas.
Republik Islam Iran dilaporkan menutup kembali Selat Hormuzjalur vital distribusi energi global—sebagai respons atas gelombang serangan udara Israel di Lebanon yang terjadi hampir bersamaan dengan kesepakatan tersebut.
Langkah ini langsung mengguncang harapan stabilitas pasar energi yang sempat muncul pasca kesepakatan dua minggu antara Washington dan Teheran.
Situasi semakin memburuk ketika militer Israel melancarkan lebih dari 100 serangan udara hanya dalam hitungan menit di berbagai wilayah Lebanon.
Serangan itu menewaskan ratusan warga sipil dan melukai lebih dari seribu orang, menurut otoritas setempat.
Menteri Kesehatan Lebanon menyebut kondisi ini sebagai “eskalasi berbahaya” yang berpotensi memperluas konflik regional.
Sementara itu, operasi Israel yang menargetkan kelompok Hizbullah terus berlanjut tanpa tanda mereda.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mendukung gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, namun menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup Lebanon.
Pernyataan ini memperjelas bahwa konflik dengan Hizbullah dipandang sebagai arena terpisah yang tetap menjadi prioritas militer Israel.
Di sisi lain, Washington tetap mendesak Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz, menegaskan bahwa penutupan jalur strategis itu tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun.
Pernyataan Trump sendiri mempertegas kompleksitas situasi. Ia menyebut bahwa operasi Israel di Lebanon merupakan “pertempuran terpisah” dan tidak termasuk dalam kerangka gencatan senjata dengan Iran.
Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas kesepakatan tersebut dalam meredakan ketegangan kawasan secara menyeluruh.
Dengan Selat Hormuz kembali ditutup dan konflik di Lebanon terus berkobar, dunia kini menghadapi ketidakpastian baru.
Harapan akan deeskalasi cepat berubah menjadi kekhawatiran bahwa Timur Tengah kembali berada di ambang konflik yang lebih luas—dengan dampak yang tidak hanya regional, tetapi juga global.
Courtesy of berbagai sumber.

Posting Komentar untuk "Atas Ulah Israel Iran Kembali Tutup Lagi Selat Hormuz"