Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Ibu Tetaplah Bumi yang Luas, Meski Langit Sedang Menjauh...


Hari ini... hari yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupku sebagai seorang ibu. Putranyaku... darah dagingku, buah hatiku yang dulu kupeluk erat, kini berdiri gagah di pelaminan. 

Ganteng sekali dia... persis seperti ayahnya dulu.

Tapi... ada yang salah.

Aku tidak berdiri di sampingnya menyambut tamu. Aku tidak duduk di barisan depan menyaksikan akad nikahnya. Aku... aku hanya duduk di sini, di sudut paling belakang gedung, di deretan kursi tamu biasa.

Gemetar tanganku memegang kartu undangan, surat resmi yang memintaku hadir di pernikahan putraku sendiri.

Rasanya... seperti tersambar petir di siang bolong. Pintu masuk pesta itu... pintu masuk menuju pelaminan putraku... terasa seperti tembok tinggi yang tak bisa kutembus. Dari kejauhan, kulihat dia tersenyum. 

Bahagia. Tapi senyum itu bukan untukku. Dia tersenyum pada istri barunya, dan... pada ayahnya. 

Ya, suamiku dulu, yang kini telah memiliki kehidupan baru, yang kini menjadi "pemeran utama" di hari bahagia anak kami.

Suamiku... dia berhak bahagia, aku tahu itu. Tapi mengapa kebahagiaannya harus merebut kebahagiaanku? 

Mengapa aku harus dibuang seperti sampah? Mengapa aku harus menjadi orang asing di pesta pernikahan anakku sendiri?

Ingatanku melayang ke masa lalu. Masa-masa sulit di mana kami harus berjuang bersama. Masa-masa di mana tangis anakku adalah prioritas utamaku.

 Masa-masa di mana aku rela melakukan apa saja demi kebahagiaannya. Dan kini... setelah dia sukses dan bahagia, aku hanya menjadi tamu undangan?

Air mataku tak terbendung lagi. Tumpah. Bukan karena cemburu melihat suamiku bahagia dengan yang lain. Bukan. 

Tapi karena rasa sakit hati yang teramat sangat karena dibuang oleh anak sendiri. Karena merasa tidak dihargai sebagai seorang ibu. Karena merasa tidak memiliki tempat lagi di hati orang yang paling kucintai.

Namun... di balik kesedihan ini, di balik air mata yang tak kunjung surut, ada satu keyakinan yang menguat dalam hatiku.

 Aku adalah ibu. Dan seorang ibu... adalah bumi yang luas. Bumi yang luas... meski langit sedang menjauh.

 Langit bisa melupakan bumi, langit bisa pergi menjauh, tapi bumi... bumi akan selalu ada di sini, di tempat yang sama, siap menerima langit kembali, kapan pun langit ingin pulang.

Anakku... meski hari ini kau menjauh, meski hari ini kau melupakanku, ingatlah... aku adalah ibumu. 

Pintu hatiku akan selalu terbuka untukmu. Aku akan selalu ada di sini, mendoakan kebahagiaanmu. Aku akan selalu mencintaimu, mencintaimu, lebih dari siapa pun di dunia ini.

Hari ini... aku akan pulang. Aku akan pulang ke rumahku yang sepi. Tapi aku tidak akan pulang dengan hati yang penuh kebencian. 

Aku akan pulang dengan hati yang penuh cinta, cinta seorang ibu yang takkan pernah pudar, meski langit sedang menjauh.

Posting Komentar untuk "Ibu Tetaplah Bumi yang Luas, Meski Langit Sedang Menjauh..."