Pria kelahiran Kendari, 30 Januari 1963 ini tercatat dalam sejarah sebagai Kapolri tertua saat dilantik, mengemban amanah sebagai orang nomor satu di Polri pada periode November 2019 hingga Januari 2021.
Idham menggantikan posisi Tito Karnavian yang kala itu ditunjuk menjadi Menteri Dalam Negeri, sebelum akhirnya ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Listyo Sigit Prabowo.
Pantang Menyerah: Dari Fakultas Pertanian ke Akpol
Jalan Idham menuju dunia kepolisian tidaklah mulus. Putra pasangan Abdul Azis Halik dan Tuti Pertiwi ini sempat mengalami kegagalan saat mengikuti tes masuk AKABRI bagian Kepolisian.
Sambil menunggu kesempatan berikutnya, ia sempat berkuliah di Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo.
Setelah dua kali mencoba, Idham akhirnya dinyatakan lulus sebagai taruna Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1988. Pengalaman ini membentuk karakter Idham menjadi pribadi yang tangguh dan pekerja keras, yang kelak tercermin dalam kariernya di bidang reserse.
Spesialis Penumpasan Terorisme dan Konflik
Nama Idham Azis mulai bersinar saat ia terlibat dalam berbagai operasi intelijen dan antiteror. Bersama Tito Karnavian, ia menjadi bagian dari tim elit yang berhasil membongkar berbagai kasus besar di Indonesia.
Tragedi Poso: Pada tahun 2005, Idham ditunjuk menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim di Poso, mendampingi Tito Karnavian dalam menginvestigasi kasus mutilasi tiga siswi SMA Kristen di wilayah tersebut.
Kenaikan Pangkat Luar Biasa: Berkat keberhasilannya melumpuhkan gembong teroris dan membongkar jaringan narkoba, Idham menerima penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Komisaris Besar Polisi.
Jejak Karier Strategis
Sebelum mencapai puncak sebagai Kapolri, Idham menduduki sejumlah posisi kunci yang membuktikan kapasitas manajerial dan operasionalnya:
Kapolda Sulawesi Tengah (2014–2016): Menangani wilayah yang penuh tantangan keamanan.Kadiv Propam Polri (2016–2017): Menjaga integritas dan profesionalisme internal kepolisian.
Kapolda Metro Jaya (2017–2019): Menjaga stabilitas ibu kota di masa-masa krusial politik nasional.
Kabareskrim Polri (2019): Memimpin seluruh kekuatan reserse di Indonesia sebelum akhirnya dicalonkan sebagai Kapolri.
Menakhodai Polri di Tengah Pandemi
Masa jabatan Idham Azis sebagai Kapolri diwarnai oleh tantangan luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni pandemi Covid-19.
Di bawah kepemimpinannya, Polri menjadi salah satu instansi terdepan dalam penegakan protokol kesehatan dan koordinasi distribusi bantuan kemanusiaan di seluruh pelosok negeri.
Kehidupan Pribadi
Idham Azis menikah dengan Fitri Handari, alumni Universitas Indonesia, dan dikaruniai empat orang anak: Ilham Urane Azis, Irfan Urane Azis, Firda Athira Azis, dan Pandu Urane Azis.
Nama "Urane" yang disematkan pada anak laki-lakinya diambil dari bahasa Bugis yang berarti "laki-laki", mencerminkan rasa bangga akan akar budayanya.
Kini, setelah purna tugas, Jenderal Idham Azis dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, namun tegas dan sangat berpengalaman di medan operasi yang paling berbahaya sekalipun.
Sumber: Wikipedia
#IdhamAzis #Kapolri #Polri #Reserse #Tokoh

Posting Komentar untuk "Jenderal Idham Azis: Sang Ahli Reserse dari Kendari Yang Menjadi Kapolri "