Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Israel Turun Tangan Lindungi UEA Dari Serangan Rudal Iran


Peta kekuatan militer di kawasan Teluk resmi bergeser secara fundamental setelah Israel untuk pertama kalinya mengerahkan baterai pertahanan udara Iron Dome beserta personel militer IDF ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Langkah ini menandai integrasi militer terdalam dalam sejarah Kesepakatan Abraham, mengubah normalisasi diplomatik menjadi aliansi perang fungsional untuk membendung gempuran rudal dan drone Iran.

Pengerahan rahasia ini terjadi di tengah berkecamuknya perang regional tahun 2026 yang melibatkan Israel dan Iran.

Dikutip dari Axios, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara pribadi memerintahkan pengiriman sistem tersebut setelah melakukan komunikasi telepon langsung dengan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Bagi para analis geopolitik, pengerahan ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan pergeseran doktrin pertahanan Israel dari homeland defense (pertahanan dalam negeri) menjadi regional defensive projection.

Israel kini secara terbuka memposisikan garis pertahanannya ratusan kilometer ke arah timur, tepat di jantung beranda Iran.

"Dukungan di medan tempur, bukan sekadar diplomasi di atas kertas, kini menjadi penentu loyalitas strategis di kawasan Teluk," ungkap seorang pejabat senior Emirat.

Merujuk pada bantuan militer langsung tersebut sebagai momen yang mengubah cara pandang UEA terhadap sekutu-sekutunya.

Struktur pertahanan udara baru ini terbentuk akibat tekanan luar biasa dari kampanye militer Iran. 

Dalam perang yang disebut beberapa laporan sebagai "Operasi Roaring Lion" tersebut, UEA menjadi salah satu target utama dengan menerima gempuran sekitar 550 rudal balistik dan jelajah, serta lebih dari 2.200 drone. (sumber tribunews)

#perangiran

Posting Komentar untuk "Israel Turun Tangan Lindungi UEA Dari Serangan Rudal Iran"