Kritik tajam kembali dilontarkan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.
Kali ini, "sentilannya" bukan lagi tertuju pada kebijakan pemerintah, tetapi pada lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang dinilainya kehilangan fungsi pengawasan.
Dalam podcast "Terus Terang" yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official pada awal April 2026, Mahfud menyoroti sikap DPR yang menurutnya "diam membisu" di tengah gelombang kritik publik terhadap kebijakan-kebijakan Presiden Prabowo Subianto .
"Check and balance antara pemerintah dengan DPR itu masih hidup dulu, sekarang tidak," ujar Mahfud dengan nada prihatin .
Salah satu kalimat yang paling mengena dan viral di media sosial adalah ketika Mahfud mempertanyakan secara langsung peran DPR dalam merespons kebijakan pemerintah.
"Anda pernah gak melihat DPR mempersoalkan kebijakan Pak Prabowo? " tanya Mahfud retoris .Ia kemudian menambahkan, "Yang ribut rakyatnya, DPR-nya diam."
Kritik ini muncul di tengah maraknya berbagai polemik kebijakan yang menuai sorotan publik, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang anggarannya dianggap membengkak, hingga pengadaan motor listrik dan fasilitas penunjang lainnya yang dianggap kontroversial.
Mahfud menilai, kondisi ini menunjukkan bahwa fungsi pengawasan parlemen mulai melemah secara signifikan dibandingkan periode-periode sebelumnya.
DPR, yang seharusnya menjadi penyeimbang kekuasaan eksekutif, justru terlihat pasif bahkan ketika muncul kebijakan yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar.
Tidak hanya menyoroti sikap "diam", Mahfud juga mengkritisi jenis kebijakan yang luput dari pengawasan DPR.
Menurutnya, banyak keputusan Presiden yang bersifat spontan namun tidak sejalan dengan konstitusi, namun tidak pernah dipersoalkan oleh wakil rakyat .
“DPR juga gak pernah mempersoalkan keputusan-keputusan Presiden yang bersifat spontan tapi tidak sejalan dengan Undang-Undang Dasar,” tegas Mahfud .
"Spontan" di sini merujuk pada gaya kepemimpinan Prabowo yang kerap melontarkan ide atau kebijakan secara tiba-tiba dalam pidato atau wawancara, yang kemudian langsung dieksekusi tanpa melalui proses perencanaan dan pembahasan yang matang dengan DPR.
Dalam kesempatan terpisah (7/4/2026), Mahfud bahkan menyebut adanya kesenjangan antara gagasan ideal Prabowo yang tertulis dalam bukunya Paradoks Indonesia dengan realitas kebijakan saat ini.
"Di bukunya, Prabowo menekankan strategi yang benar, manajemen baik, dan pemerintahan bersih. Itu standar yang beliau buat sendiri.
Namun sekarang, demokrasi kita melemah, DPR hampir tidak pernah lagi mempersoalkan kebijakan Presiden secara kritis," ujar Mahfud.
Ia bahkan menyebut munculnya fenomena autocratic legalism, di mana hukum dibentuk hanya untuk melegitimasi kehendak penguasa tanpa melibatkan partisipasi publik yang bermakna.
#MahfudMD #Demokrasi

Posting Komentar untuk "Mahfud MD Sentil DPR, Yang Ribut Rakyatnya, DPR-nya Diam!"