Parepare Media Duta,- Suasana ceria, berbalut kehangatan persaudaraan mewarnai kawasan wisata Pantai Lumpue, Kota Parepare, baru - baru ini.
Puluhan wajah yang tak lagi muda tampak berbinar-binar, sesekali melepaskan tawa lepas yang menyaingi deru ombak.
Mereka adalah para purna-siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Parepare angkatan kelulusan tahun 1980, yang tengah menggelar acara Temu Alumni dan Silaturahim Syawal 1447 Hijriah
Berbeda dengan acara reuni pada umumnya yang sering kali terasa formal, pertemuan kali ini mengusung konsep yang sangat membumi: murni santai dan tanpa sekat.
Tidak ada panggung protokoler, tidak ada susunan acara yang kaku, dan yang paling unik, sama sekali tidak ada sesi pidato atau speech dari siapa pun. Konsep "tanpa pidato" ini sengaja disepakati sejak awal untuk menjaga kesetaraan.
Di tempat ini, kata Indah salah satu yang hadir khusus dari Kendari provinsi tetangga mengatakan "tidak ada lagi embel-embel jabatan, status sosial, atau siapa yang lebih superior.
Begitu menginjakkan kaki di Pantai Lumpue, semuanya kembali menjadi kawan sepermainan era putih-biru yang setara dan bersahaja."
"Bernostalgia Ditemani Tembang Era 70-an hingga 80-an"
Sepanjang acara, para alumni dibebaskan untuk duduk, berjalan, berpindah2, dan larut dalam obrolan santai.
Topik yang dibahas tak jauh-jauh dari memori masa sekolah lebih dari empat dekade silam; mulai dari kenakalan masa remaja, guru-guru idola yang galak namun dirindukan, hingga cinta monyet yang mengundang gelak tawa.
Suasana semakin hidup ketika alunan musik mulai dimainkan. Secara bergantian, para alumni mengambil mikrofon untuk menyanyikan lagu-lagu kenangan dari era 70-an hingga 80-an.
Tembang-tembang lawas dari Koes Plus, Panbers, hingga lagu pop nostalgia lainnya sukses membawa mereka seolah melintasi mesin waktu, kembali ke masa-masa remaja yang indah.
Bernyanyi bersama, bertepuk tangan, dan menari kecil alias joget menjadi pemandangan yang menghangatkan hati.
"Pantai Lumpue: Saksi Bisu Kisah Masa Sekolah"
Pemilihan Pantai Lumpue sebagai lokasi acara tentu bukan tanpa alasan. Bagi anak-anak Parepare era 70-an dan 80-an, Pantai Lumpue adalah primadona destinasi wisata.
Tempat ini menyimpan ribuan kenangan masa kecil dan remaja mereka, mulai dari acara perpisahan sekolah, perkemahan, hingga sekadar tempat pelarian sejenak sepulang sekolah. Menyelenggarakan reuni di pantai ini ibarat pulang ke rumah masa lalu yang penuh memori.
"Sesi Foto Lintas Kelas yang Penuh Canda"
Menjelang sore, keseruan berlanjut ke sesi yang paling dinanti: dokumentasi. Agar rapi namun tetap seru, panitia dadakan mengarahkan sesi foto per kelas secara bergantian.
Kelas 3.1 hingga 3.4 bergiliran mengambil pose terbaik mereka. Ada yang bergaya formal khas pasfoto sekolah zaman dulu, namun tak sedikit yang berpose jenaka dan bebas.
Puncak acara ditutup dengan foto bersama (group photo) seluruh angkatan 1980. Dengan latar belakang backdrop acara yang didesain apik dan hamparan laut biru Pantai Lumpue, senyum semringah terpancar jelas dari setiap wajah.
Acara Silaturahim Syawal 1447 H ini membuktikan bahwa waktu boleh saja mengubah fisik dan usia, namun ikatan persahabatan yang tulus di bangku SMPN 1 Parepare tidak akan pernah lekang oleh zaman.
"Kami di sini hadir tidak ada pimpinan, tidak ada bawahan, yang ada hanyalah kawan lama yang saling merindukan," diungkapkan oleh Nur Alimuddin, mantan ketua Osis pada tahun 1980.
Akhirnya, semua berharap, sampai jumpa pada reuni selanjutnya.

Posting Komentar untuk "Serunya Reuni Syawal 1447H Alumni 1980 SMPN 1 Parepare di Pantai Lumpue"