Tangis itu pecah di depan halaman Polresta Yogyakarta. Bukan tangis biasa. Ini tangis seorang orang tua yang baru saja melihat kenyataan yang tak pernah ia bayangkan akan menimpa anaknya sendiri.
Choi, salah satu orang tua, datang dengan langkah gemetar. Belum genap sebulan ia mempercayakan buah hatinya pada sebuah daycare bernama Daycare Little Aresha.
Tempat yang awalnya terlihat aman, hangat, dan penuh senyum—ternyata menyimpan luka yang begitu dalam.
Hari itu, saat hendak menjemput, suasana berbeda terasa. Ada petugas, ada kegaduhan, dan ada firasat yang tak enak.
Hingga akhirnya, mata seorang ibu atau ayah tak bisa dibohongi. Ia melihat langsung bagaimana anaknya diperlakukan—bukan dengan kasih sayang, tapi dengan cara yang tak manusiawi.
Anak kecil itu, yang seharusnya dipeluk dan dijaga, justru terbaring di lantai tanpa perlindungan yang layak. Tangannya terikat. Kakinya dibatasi. Tangisnya mungkin sudah lama tak terdengar oleh dunia luar.
“Barusan saya lihat kenapa dia menangis… tangannya diikat,” ucap Choi, suaranya patah, menahan amarah sekaligus hancur.
Lebih menyakitkan lagi, selama ini tak ada akses bagi orang tua untuk benar-benar melihat apa yang terjadi di dalam. Tidak ada CCTV real-time.
Bahkan, untuk menjemput anak pun harus memberi kabar jauh-jauh sebelumnya—seolah ada sesuatu yang perlu “dipersiapkan”.
Kecurigaan itu kini berubah menjadi kenyataan pahit.
Puluhan orang tua kini berdiri bersama. Mereka tidak datang hanya untuk menangis. Mereka datang menuntut keadilan. Mereka datang membawa satu suara: usut tuntas.
Kasus ini bukan sekadar kelalaian. Ini menyangkut keselamatan anak-anak yang tak bisa membela diri. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Tidak boleh ada pelaku yang lolos.
Semua yang terlibat harus diproses secara hukum. Tanpa kompromi. Tanpa keringanan.Karena ketika anak-anak menjadi korban, diam bukan lagi pilihan.
Ini bukan hanya tentang satu daycare. Ini tentang rasa aman yang telah dikhianati. Dan kepercayaan yang harus dibayar dengan keadilan.#fbpo
#fyp

Posting Komentar untuk "Maksud Jemput Anak Ternyata Banyak Polisi Dan Melihat Anaknya Terikat Hanya Pakai Pampers"