Dalam sebuah pertemuan tertutup yang berlangsung di kediaman Presiden Israel Herzog, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dikabarkan melontarkan permohonan yang sangat pribadi dan jarang terjadi, ia meminta pengampunan penuh agar seluruh kasus yang menjeratnya lenyap seketika.
Suaranya bergetar, nadanya memelas seperti seorang yang sudah kehabisan opsi.
Namun, Herzog yang menjabat sebagai Presiden Israel tidak bergeming, ia langsung memotong harapan Netanyahu tanpa basa-basi: "Permintaan anda tidak akan terjadi." Tak ada tawaran simpati atau jalan belakang.
Alih-alih memberi kelonggaran, Herzog justru mengambil langkah yang lebih keras.
la memaksa untuk tidak membatalkan perkara, melainkan untuk menyepakati skenario pengakuan bersalah yang terstruktur.
Pesan yang disampaikan Herzog begitu gamblang dan membumi, bahkan seorang perdana menteri yang pernah memimpin negara, tak boleh diberi tiket bebas begitu saja.
Setiap orang, berapa pun kuasanya, harus melewati proses hukum yang sama tanpa penghapusan dosa instan.
Suasana di akhir pertemuan digambarkan sangat berat.
Netanyahu keluar dengan wajah pucat, sementara Herzog tercatat tetap pada pendiriannya.
Inilah pertama kalinya dalam sejarah politik Israel, seorang presiden yang notabene lebih bersifat seremonial,
Secara frontal menolak permohonan ampun seorang perdana menteri yang sedang menghadapi badai hukum.
Kasus yang menjerat Netanyahu diantaranya:
Kasus Korupsi Domestik
Kasus utama yang disidangkan di Pengadilan Distrik Yerusalem dimulai pada tahun 2020, yang sempat ditunda karena perang Iran namun dilanjutkan kembali pada April 2026.
Selain korupsi, Netanyahu juga membawa status buronan internasional dari dua lembaga berbeda karena konflik di Gaza:
ICC (Den Haag): Pada November 2024.
ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk kelaparan warga sipil sebagai senjata perang.
Turki: Pada November 2025.
Pengadilan Istanbul mengeluarkan surat perintah penangkapan terpisah dengan tuduhan serupa, yaitu genosida dan kejahatan kemanusiaan.
Sumber:
- The New York Times (AS): Memberitakan pada 26 April 2026 bahwa Herzog menolak memberi grasi, akan memfasilitasi mediasi, dan bertujuan menguatkan persatuan.
- The Times of Israel (Israel): Mengonfirmasi laporan NYT, mempublikasikan pernyataan resmi kantor Herzog, dan menekankan pendekatan prioritas pada perundingan penyelesaian.
- i24NEWS (Israel): Mengonfirmasi laporan NYT bahwa Herzog akan memulai proses mediasi demi mencapai kesepakatan pengakuan bersalah.
- The Jerusalem Post (Israel): Melaporkan Herzog tidak berencana memberi grasi, mendorong negosiasi, dan menganggapnya sebagai "jalan keluar yang tepat".
#Korupsi

Posting Komentar untuk "Netanyahu Merengek Minta Ampun, Herzog Balas Tolak Mentah-mentah"