Panas! Kompleks Kedutaan Besar Amerika di Riyadh, Arab Saudi, hancur dihantam serangan dua drone.
Serangan presisi ini dilaporkan telah menghancurkan tiga lantai bangunan, termasuk area vital yang digunakan sebagai kantor operasional dan stasiun komunikasi. Serangan ini terjadi pada Selasa pagi, 3 Maret 2026.
Presiden AS, Donald Trump, bereaksi keras atas insiden ini. Melalui pernyataan resminya, Trump mengecam serangan tersebut sebagai "provokasi biadab" dan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam atas penghancuran fasilitas diplomatiknya.
"Siapa pun yang berada di balik serangan ini akan merasakan kekuatan penuh Amerika," tegas Trump.
Senada dengan Trump, Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), juga menyatakan kemarahan besarnya.
MBS menyebut serangan ini sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan Kerajaan dan langsung memerintahkan militer Saudi untuk bersiaga penuh.
Beliau memberikan otorisasi untuk melakukan tindakan balasan militer jika ditemukan bukti kuat keterlibatan pihak luar dalam serangan di wilayah diplomatik tersebut.
Laporan intelijen mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan oleh dua unit drone. Drone pertama berfungsi untuk menjebol dinding luar bangunan, sementara drone kedua terbang masuk melalui lubang yang sama dan meledak di bagian dalam, mengakibatkan kerusakan struktur yang sangat parah di tiga lantai gedung.
Di tengah tudingan global yang mengarah ke Teheran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan bantahan tegas. Pihak Iran mengeklaim tidak memiliki keterlibatan dalam serangan di Riyadh tersebut.
Sebaliknya, Teheran menuduh bahwa penghancuran Kedubes AS adalah operasi "bendera palsu" yang dilakukan oleh Zionis Israel untuk memicu perang besar antara AS dan Iran di kawasan tersebut.
Saat ini, kawasan Diplomatic Quarter di Riyadh ditutup total oleh pasukan keamanan Saudi, sementara investigasi gabungan AS-Saudi terus dilakukan untuk melacak asal-usul drone tersebut.

Posting Komentar untuk "Trump & MBS Mengamuk Usai Dua Drone Hancurkan Kantor Kedubes AS di Riyadh"