Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Adu Komentar Politisi PDIP-PSI soal Jokowi Untuk Keliling RI

Jakarta Media Duta, - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berencana untuk berkeliling ke sejumlah wilayah Indonesia dalam waktu dekat. Rencana Jokowi tersebut mendapat sorotan dari politisi PDI Perjuangan Guntur Romli.

Adapun Jokowi menjelaskan alasan keliling Indonesia setelahnya kondisinya berangsur membaik dan sehat. Jokowi menyebut perjalanan itu dalam rangka memenuhi undangan dari masyarakat daerah.

"Ya ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat. Ya saya, saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada," ujar Jokowi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, dilansir detikJateng, Senin (25/5/2026).
Foto: Jokowi memberikan pengarahan di Rakernas PSI 2026 di Kota Makassar. Dokumen YouTube PSI

Jokowi menjelaskan, selain untuk bersilaturahmi, dia akan memberikan motivasi kepada masyarakat. "Dan itu juga untuk memberikan motivasi," jelasnya.

Jokowi tak banyak bicara saat ditanya apakah safari daerah ini sebagai persiapan menyongsong Pilpres 2029 mendukung Gibran Rakabuming Raka. Jokowi kembali menekankan bahwa agenda tersebut murni karena faktor undangan dari masyarakat.

"Karena ada undangan dari daerah," tegas Jokowi singkat.

Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan kondisinya kini telah membaik sehingga siap beraktivitas kembali secara penuh.

"Ya seperti ini kan, udah. Memenuhi undangan-undangan di daerah berarti kan, udah. Ya, udah siap. Insyaallah udah siap," katanya.

PDIP Prediksi Jokowi Bakal Bagi Sembako
Politisi PDIP Guntur Romli mengaku tak khawatir dengan rencana Jokowi akan berkeliling RI. Ia memastikan Jokowi keliling Indonesia tidak akan berpengaruh bagi PDIP.

"Saya sangat yakin tidak ada pengaruh sama sekali. Jokowi itu sudah dipecat dari PDI Perjuangan secara tidak terhormat. Termasuk Gibran dan Bobby. Masyarakat sudah tahu alasannya," kata Guntur saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

Guntur juga membahas saat Jokowi mempromosikan PSI ketika masih jadi Presiden. Menurutnya, dukungan Jokowi tak memberi efek kepada PSI.

"Secara logika sederhana saja, waktu Jokowi jadi Presiden tidak mampu meloloskan PSI ke parlemen, apalagi sekarang tidak jadi apa-apa," ucap dia.

Guntur yakin Jokowi berkeliling sekadar bagi-bagi sembako. "Paling dia keliling Indonesia cuma bagi-bagi sembako dan amplop saja. Buat konten di medsos dia saja itu," tambahnya.

Ia justru menyebut Jokowi hanya akan membuat drama-drama politik saat berkeliling.

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Jokowi jalan-jalan ke seluruh pelosok Indonesia. Kita bisa menyaksikan drama sinetron sen kiri belok kanan ala Jokowi," tutur dia.

PSI Heran PDIP Berkomentar Miring
Ketua DPP PSI Bestari Barus mengomentari pernyataan Guntur Romli. Bestari heran jajaran PDIP selalu berkomentar miring terhadap Jokowi.

Bestari awalnya setuju dengan pernyataan Guntur Romli bahwa PDIP tidak khawatir Jokowi keliling Indonesia. Ia menyebut Jokowi berkeliling sekadar menjawab kerinduan masyarakat.

"Justru aneh kalau dia khawatir. Ngapain mesti khawatir? Pak Jokowi itu hanya, apa ya, kalau saya bilang tuh, adalah Presiden ke-7 yang dulu ketika beliau menjabat itu sering blusukan.

Sehingga ada kerinduan dari kelompok-kelompok masyarakat atau masyarakat secara pribadi yang pernah merasakan kebijakan beliau yang diterapkan di lapangan ketika beliau datang juga menyapa, itu ada kerinduannya beliau datang," kata Bestari saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

Bestari juga menyoroti pernyataan Guntur Romli yang tidak komprehensif dalam melihat niat Jokowi. Namun, ia memaklumi PDIP selalu berpendapat miring sejak ditinggal Jokowi.

"Nggak tahu ya semenjak kenikmatan-kenikmatan buat partainya itu dicabut oleh Pak Jokowi kan selalu miring saja pendapatnya, kan begitu," ucap dia.

Bestari pun berharap hal ini jadi momentum untuk Jokowi menegaskan dirinya kini sudah bersama PSI. Sehingga, kata dia, pendukung Jokowi bisa berhenti memilih PDIP.

"Jadi tanpa mereka (PDIP) sadari sebetulnya ya justru kami di PSI ini bergembira dengan Pak Jokowi sudah tidak lagi di sana, dan mudah-mudahan menjadi kesempatan juga pada saat mengunjungi seluruh Indonesia nanti, Pak Jokowi menyatakan bahwa sekarang sudah bersama PSI. 

Jadi yang dulu selama 10 tahun orang suka sama Pak Jokowi ketika menjabat, hari ini jadi permakluman publik 'oh, beliau sudah di sini, di PSI bersama PSI, kita jangan lagi milih partai yang itu', kan begitu," ujar dia.

"Makanya timbullah kegelisahan-kegelisahan itu. Wajarlah kan namanya Pak Jokowi dicintai rakyat, kemudian pindah ya silent voters-nya Pak Jokowi, pendukung Pak Jokowi juga akan ikut pindah tentu ke mana? Ke PSI, sehingga ada kekhawatiran-kekhawatiran mungkin ya kita maklumilah gitu," sambungnya.

Kemudian, Bestari pun meminta agar jajaran PDIP lebih fokus terhadap urusan partainya sendiri. Ia secara khusus menyoroti posisi Guntur Romli di PDIP.

"Sebaiknya dia cukup memperhatikan partainya dia, atau memang dia sudah nggak ada kerjaan di partainya sehingga harus memperhatikan partai orang? Jadi susah gitu. Iya. Ah, saya juga heran sebetulnya dia di PDIP itu sebagai apa sih?

 Pengurus bukan, apa bukan, atau lagi berlomba-lomba untuk menjadi pengurus gitu kan? Sehingga harus mengeluarkan statement-statement yang tidak berbobot sama sekali yang justru tidak membangun buat partainya," tegas dia.(*)

Posting Komentar untuk "Adu Komentar Politisi PDIP-PSI soal Jokowi Untuk Keliling RI"