Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Negara Arab Mengamuk Dan Mengutuk Serangan Rudal Iran ke Kilang Minyak Fujairah UEA


Negara Arab Saling Kutuk! Akibat serangan rudal dan drone iran yang menghantam pusat industri minyak Uni Emirat Arab (UEA) di Fujairah pada Senin, 4 Mei 2026.

 Insiden ini memicu gelombang kecaman keras dari negara-negara Arab yang menganggap aksi tersebut sebagai ancaman serius terhadap stabilitas energi global dan keamanan regional.

Sejumlah negara Arab segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk mendukung UEA dan mengutuk keras serangan yang merusak infrastruktur sipil tersebut. 

Di antaranya adalah:

- Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain: Negara-negara tetangga di Teluk ini menyatakan solidaritas penuh dan menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara Arab.

- Qatar: Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk keras serangan yang melukai tiga warga negara India di fasilitas tersebut dan mendesak deeskalasi segera.

- Mesir dan Yordania: Kedua negara ini menegaskan bahwa stabilitas UEA adalah bagian tak terpisahkan dari keamanan nasional Arab secara keseluruhan.

- Parlemen Arab: Organisasi ini menyebut sabotase terhadap fasilitas minyak sebagai upaya sistematis untuk mengganggu pasar energi dunia.

Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone yang diluncurkan dari arah Iran. 

Meski sebagian besar berhasil ditangkis, puing-puing jatuhan drone memicu kebakaran besar di Fujairah Oil Industry Zone (FOIZ). Selain kerusakan fasilitas, serangan ini menyebabkan tiga pekerja migran asal India mengalami luka-luka.

Meskipun UEA secara tegas menuding Iran sebagai dalang di balik serangan tersebut, Teheran mengeluarkan bantahan resmi. Berikut adalah poin-poin alasan dan klaim yang muncul di balik konflik ini:

- Tuduhan Balik terhadap AS: Media pemerintah Iran melaporkan bahwa militer mereka tidak memiliki rencana menyerang UEA. Mereka justru menuding "petualangan militer Amerika Serikat" di Selat Hormuz sebagai pemicu kekacauan tersebut.

- Blokade Selat Hormuz: Ketegangan meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mencoba mencegah kapal perang AS memasuki Selat Hormuz.

 Iran memberikan peringatan keras kepada UEA agar tidak mengambil langkah "tidak bijak" dengan mengizinkan wilayahnya digunakan untuk kepentingan militer asing.

- Fragilitas Gencatan Senjata: Serangan ini menandai pecahnya masa tenang setelah gencatan senjata antara AS dan Iran yang sempat disepakati pada April 2026 lalu.

Saat ini, UEA menyatakan tetap memegang hak penuh untuk merespons serangan tersebut secara sah guna melindungi kedaulatan wilayahnya.

Posting Komentar untuk "Negara Arab Mengamuk Dan Mengutuk Serangan Rudal Iran ke Kilang Minyak Fujairah UEA"