Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Doni Monardo: Sang Jenderal Pohon dan Panglima Kemanusiaan yang Bersahaja


Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya saat Letnan Jenderal TNI (Purn.) Doni Monardo mengembuskan napas terakhir pada 3 Desember 2023.

 Sosok yang dikenal sebagai "Jenderal Pohon" ini meninggalkan warisan berharga, mulai dari ketegasan di medan tempur, kesuksesan misi internasional, hingga dedikasi luar biasa dalam menjaga ekosistem alam Indonesia.

Putra Minang yang Dibentuk oleh Kedisiplinan

Lahir di Cimahi pada 10 Mei 1963, Doni Monardo merupakan putra asli Minangkabau. Darah keprajuritan mengalir dari sang ayah, Letkol CPM Nasrul Saad, yang berasal dari Lintau, Tanah Datar. 

Masa kecil Doni diwarnai dengan kehidupan berpindah-pindah, mulai dari Aceh hingga akhirnya menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Padang pada 1981.

Ia kemudian memilih jalan hidup sebagai prajurit dengan memasuki Akademi Militer dan lulus pada tahun 1985. Sejak saat itulah, perjalanan panjang 36 tahun pengabdiannya dimulai.

Karier Gemilang di Pasukan Khusus dan Paspampres

Sebagai lulusan infanteri, Doni menempa kemampuannya di korps baret merah, Kopassus, sejak 1986 hingga 1998. Ia terlibat dalam berbagai operasi penting di Timor Timur dan Aceh. 

Namun, kecakapannya tidak hanya di medan perang; ia juga dikenal sebagai prajurit yang mahir dalam strategi pertahanan dan pengamanan.

Kariernya melesat saat dipercaya sebagai Komandan Grup A Paspampres, di mana ia mengawal Presiden RI dalam kunjungan ke 27 negara. 

Puncak kepercayaan negara di bidang pengamanan presiden tercapai saat ia dilantik menjadi Komandan Paspampres (Danpaspampres) pada tahun 2012.

Misi Sinar Kudus dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Nama Doni Monardo sempat menjadi buah bibir nasional saat ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Wakil Komando Satuan Tugas pembebasan kapal MV Sinar Kudus.

 Operasi berisiko tinggi di perairan Somalia tersebut berakhir sukses, dan atas keberanian serta strateginya, Doni mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Brigadir Jenderal.

Jenderal Berhati Hijau dan Panglima Penanganan Pandemi. Satu hal yang membedakan Doni dengan jenderal lainnya adalah kecintaannya yang mendalam terhadap alam. 

Di mana pun ia bertugas, mulai dari Makassar, Maluku, hingga Jawa Barat, ia selalu meninggalkan jejak berupa penghijauan. 

Di Sulawesi Selatan, ia dikenang karena menyulap kawasan tandus menjadi asri, termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.

Setelah pensiun dari militer dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Doni mengemban amanah berat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Di sinilah peran krusialnya terlihat saat ia memimpin Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di tengah krisis kesehatan global. 

Ketenangan dan kepemimpinannya di masa pandemi menjadikannya sosok yang sangat dihormati oleh masyarakat luas.

Dedikasi Hingga Akhir Hayat

Hingga akhir hayatnya, Doni tetap aktif berkontribusi bagi bangsa, baik sebagai Ketua Umum PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI AD) maupun sebagai Komisaris Utama MIND ID.

 Semangatnya untuk "menanam" kebaikan bagi generasi mendatang tetap menyala hingga ia menutup usia.

Kini, meski sang jenderal telah tiada, pohon-pohon yang ia tanam di seluruh pelosok negeri akan terus tumbuh sebagai saksi bisu dari pengabdian tanpa batas seorang Doni Monardo bagi bumi pertiwi.

Sumber: Wikipedia

Posting Komentar untuk "Doni Monardo: Sang Jenderal Pohon dan Panglima Kemanusiaan yang Bersahaja"