Dulu Kondektur & Buruh Pabrik, Kini Jadi Singa Parlemen yang Paling Berani! Inilah Profil Adian Napitupulu, Aktivis 98 yang Tak Pernah Khianati Rakyat.
Di koridor megah Gedung DPR RI, sosoknya sangat mudah dikenali. Bukan karena setelan jas mahal, melainkan karena gaya bicaranya yang lugas, jaket kulit yang ikonik, dan keberaniannya yang tak pernah surut.
Adian Napitupulu, pria kelahiran Manado 9 Januari 1971 ini, adalah bukti hidup bahwa suara jalanan bisa menembus dinding kekuasaan tanpa harus kehilangan jati diri.
Namun, di balik kegarangannya di podium parlemen, Adian memiliki masa lalu yang sangat keras dan jauh dari kemewahan.
Menempa Diri di Jalanan: Dari Kondektur hingga Buruh
Banyak yang belum tahu bahwa Adian adalah seorang penyintas kemiskinan yang sejati. Demi membiayai kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI), ia pernah melakoni pekerjaan kasar sebagai kondektur bus hingga buruh pabrik di kawasan industri Marunda.
Titik balik hidupnya dimulai saat ia melihat rekan sesama buruhnya kehilangan jari akibat kecelakaan kerja, namun hanya diberi kompensasi sebesar Rp15.000. Kejadian memilukan itu membakar semangat perlawanannya.
Ia mengorganisir demo, ditangkap polisi, hingga dipecat secara tidak hormat. Sejak saat itu, Adian berjanji: hidupnya akan diwakafkan untuk membela kaum yang tertindas.
Legenda 1998: Penumbang Rezim Orde Baru
Sejarah Indonesia tidak akan lengkap tanpa menyebut nama Adian Napitupulu. Sebagai pendiri Forum Kota (Forkot), ia adalah salah satu aktor intelektual dan lapangan yang memimpin pendudukan Gedung DPR/MPR pada Mei 1998.
Keberaniannya menantang kekuasaan Orde Baru menjadikannya simbol aktivisme mahasiswa. Loyalitasnya pun tak perlu diragukan; sejak peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, ia tetap tegak lurus mengawal Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan hingga hari ini.
Tiga Periode di Senayan: Menaklukkan "Dapil Neraka"
Terjun ke politik praktis, Adian membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar "tukang demo". Bertarung di Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) yang dikenal sebagai dapil neraka, Adian konsisten menang dalam tiga Pemilu berturut-turut (2014, 2019, dan 2024).
Bahkan pada Pemilu 2024, perolehan suaranya melonjak tajam menjadi 87.288 suara. Ini adalah bukti nyata bahwa rakyat masih menaruh kepercayaan penuh pada sang "Singa Parlemen" untuk menyuarakan isi hati mereka.
Penyintas yang Tak Bisa Diam
Kesehatan sempat menguji langkahnya. Pada akhir 2019, Adian sempat kolaps karena serangan jantung saat bertugas. Namun, seolah memiliki "nyawa sembilan", ia bangkit kembali.
Baginya, rasa sakit tidak boleh menghentikan perjuangan untuk rakyat kecil, UMKM, dan para buruh yang ia kawal di Komisi VII DPR RI.
Adian Napitupulu adalah pengingat bagi kita semua: Bahwa jabatan hanyalah alat, dan rakyat adalah tuan yang sebenarnya. Dari jalanan ke parlemen, semangatnya tetap sama: Lawan ketidakadilan!
Sumber: Wikipedia

Posting Komentar untuk "Dulu Kondektur & Buruh Pabrik, Kini Jadi Singa Parlemen yang Paling Berani!!"