Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Mubes IKA Unhas, Momentum Dorong Sektor Non-Tambang di Luwu Raya

Makassar Media Duta, – Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin didorong untuk berperan lebih optimal dalam pengembangan wilayah Luwu Raya, khususnya di sektor non-tambang. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya Provinsi Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas.

Menurut Hasbi, jumlah alumni Universitas Hasanuddin yang berasal dari Luwu Raya cukup besar dan tersebar luas. Kondisi ini dinilai sebagai modal sosial penting untuk mendorong pembangunan daerah.

Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir Hasbi Syamsu Ali. (Foto: Ist)

Di sisi lain, Luwu Raya memiliki potensi signifikan di sektor pertanian, perkebunan, serta sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Selain itu, kawasan tersebut juga memiliki potensi perikanan dan agro-maritim yang besar, didukung oleh garis pantai panjang di sepanjang Teluk Bone.

“Alumni Unhas dari Luwu Raya cukup banyak. Kebetulan juga Ketua IKA Unhas adalah Pak Andi Amran Sulaiman, yang sektor kerjanya sangat relevan dengan potensi utama di Luwu Raya,” ujar Hasbi dalam keterangannya, Jumat (30/4).

Hasbi yang juga mantan Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Unhas menilai, posisi strategis Ketua Umum IKA Unhas saat ini menjadi peluang untuk memperkuat kontribusi alumni, terutama dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Ia berharap, capaian di sektor pertanian di tingkat nasional dapat memberikan dampak langsung ke daerah, termasuk Luwu Raya sebagai salah satu kawasan potensial penghasil komoditas unggulan.

“Kami berharap capaian di sektor pertanian terus meningkat, sehingga daerah seperti Luwu Raya bisa merasakan kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor ini,” kata Hasbi.

Lebih lanjut, Hasbi mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam di sektor pertambangan tidak boleh membuat daerah terlena. Ia menilai, dominasi sektor tambang kerap tidak diikuti dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Ada daerah tambang yang pertumbuhan ekonominya tinggi, tetapi masyarakatnya masih menghadapi kemiskinan dan pengangguran. Ini terjadi karena sektor non-tambang belum dikelola optimal,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya keseimbangan pembangunan antara sektor tambang dan non-tambang.

Hasbi berharap, dengan posisi Ketua Umum IKA Unhas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, perhatian terhadap penguatan sektor non-tambang di Luwu Raya dapat semakin ditingkatkan, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai fondasi ekonomi berkelanjutan berbasis kerakyatan.(*)


Mubes IKA Unhas, Momentum Dorong Sektor Non-Tambang di Luwu Raya

Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir Hasbi Syamsu Ali. (Foto: Ist)

Makassar Media Duta, – Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin didorong untuk berperan lebih optimal dalam pengembangan wilayah Luwu Raya, khususnya di sektor non-tambang. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya Provinsi Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas.

Menurut Hasbi, jumlah alumni Universitas Hasanuddin yang berasal dari Luwu Raya cukup besar dan tersebar luas. Kondisi ini dinilai sebagai modal sosial penting untuk mendorong pembangunan daerah.

Di sisi lain, Luwu Raya memiliki potensi signifikan di sektor pertanian, perkebunan, serta sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Selain itu, kawasan tersebut juga memiliki potensi perikanan dan agro-maritim yang besar, didukung oleh garis pantai panjang di sepanjang Teluk Bone.

“Alumni Unhas dari Luwu Raya cukup banyak. Kebetulan juga Ketua IKA Unhas adalah Pak Andi Amran Sulaiman, yang sektor kerjanya sangat relevan dengan potensi utama di Luwu Raya,” ujar Hasbi dalam keterangannya, Jumat (30/4).

Hasbi yang juga mantan Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Unhas menilai, posisi strategis Ketua Umum IKA Unhas saat ini menjadi peluang untuk memperkuat kontribusi alumni, terutama dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Ia berharap, capaian di sektor pertanian di tingkat nasional dapat memberikan dampak langsung ke daerah, termasuk Luwu Raya sebagai salah satu kawasan potensial penghasil komoditas unggulan.

“Kami berharap capaian di sektor pertanian terus meningkat, sehingga daerah seperti Luwu Raya bisa merasakan kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor ini,” kata Hasbi.

Lebih lanjut, Hasbi mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam di sektor pertambangan tidak boleh membuat daerah terlena. Ia menilai, dominasi sektor tambang kerap tidak diikuti dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Ada daerah tambang yang pertumbuhan ekonominya tinggi, tetapi masyarakatnya masih menghadapi kemiskinan dan pengangguran. Ini terjadi karena sektor non-tambang belum dikelola optimal,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya keseimbangan pembangunan antara sektor tambang dan non-tambang.

Hasbi berharap, dengan posisi Ketua Umum IKA Unhas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, perhatian terhadap penguatan sektor non-tambang di Luwu Raya dapat semakin ditingkatkan, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai fondasi ekonomi berkelanjutan berbasis kerakyatan.(*)

Posting Komentar untuk "Mubes IKA Unhas, Momentum Dorong Sektor Non-Tambang di Luwu Raya"