Menanggapi desakan keras Presiden AS Donald Trump yang mewajibkan negara‑negara Arab dan Muslim bergabung ke dalam Perjanjian Abraham atau menjalin hubungan dengan Israel pasca berakhirnya per4ng melawan Iran.
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, kembali menegaskan sikap tegas negaranya: tidak akan pernah menormalisasi hubungan atau membuat kesepakatan apa pun dengan Israel.
Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif di stasiun berita SAMAA. Asif menegaskan bahwa setiap perjanjian atau hubungan diplomatik dengan rezim Zionis bertentangan langsung dengan prinsip dasar dan ideologi utama negara Pakistan.
“Bagaimana mungkin kita bisa duduk berunding dengan pihak yang perkataannya saja tidak bisa dipercaya bahkan untuk satu hari pun?” tegasnya, seraya mengingatkan sejarah panjang ketidakjujuran dan pelanggaran kesepakatan yang kerap dilakukan Israel.
Ia juga menunjuk fakta simbolis namun sangat nyata: nama Israel tidak tercantum sekalipun di dalam daftar negara pada halaman paspor warga Pakistan, tanda nyata bahwa keberadaan negara itu tidak diakui secara hukum maupun kenegaraan.
Langkah ini menjadi penolakan paling keras terhadap kebijakan Washington pasca‑konflik. Trump telah mengeluarkan arahan bahwa sebagai bagian dari tatanan kawasan baru setelah perang berakhir.
, Seluruh negara mayoritas Muslim wajib membuka hubungan dengan Israel. Namun Pakistan menolak mengikuti aturan tersebut.
Ia Menegaskan bahwa isu Palestina adalah bagian dari identitas nasional dan prinsip agama yang tidak bisa ditawar.
Sumber: Quds News network, Wawancara SAMAA TV

Posting Komentar untuk "Prancis Tegas Menolak Seruan Trump Untuk Normalisasi Hubungan Dengan Israel"