Presiden Amerika Serikat Donald Trump Dikabarkan Bosan dengan Perang Iran
Hal ini diungkapkan oleh seorang penasihat Trump dalam laporan yang diterbitkan oleh The Atlantic, Jumat (8/5/2026).
Padahal, perang Iran dimulai sendiri oleh Trump melalui serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari.
Menurut laporan tersebut, rasa bosan itu muncul karena Trump merasa perkembangan konflik tidak sesuai dengan ekspektasi awalnya.
"Trump tidak pernah menyangka akan menjadi seperti ini," tulis laporan tersebut, sebagaimana dilansir Yahoo News.
Berdasarkan keterangan dua penasihat, Trump awalnya meyakini bahwa konfrontasi dengan Iran akan berjalan semudah operasi militer di Venezuela.
Pada Januari, Trump mengizinkan serangan militer ke Venezuela untuk menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Operasi tersebut dinilai sangat sukses karena tidak ada satu pun tentara AS yang gugur.Keberhasilan di Caracas itulah yang membuat Trump percaya bahwa militer AS tidak terhentikan.
Berkaca pada Venezuela juga, penggulingan rezim di Iran adalah hal yang sangat mungkin dilakukan.
Dia bahkan sempat sesumbar kepada orang-orang terdekatnya bahwa Iran akan menjadi "Venezuela yang lain".
Realitas di lapangan
Namun, kenyataan di medan perang berkata lain. Intelijen AS menilai Iran mampu bertahan dari blokade ekonomi dan militer setidaknya selama tiga hingga empat bulan ke depan.
Blokade tersebut diberlakukan setelah Iran membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, jalur krusial yang menyumbang 20 persen aliran minyak dunia.
Dampaknya pun mulai dirasakan langsung oleh warga "Negeri Paman Sam".
Rata-rata harga bensin nasional melonjak hingga 4,55 dollar AS per galon per hari Jumat.Bahkan, Partai Republik kini dibanjiri keluhan dari pemilih terkait lonjakan biaya hidup.Kesabaran disebut bukan merupakan kekuatan utama Trump.
Penasihat yang rutin berkomunikasi dengan sang presiden menyatakan bahwa Trump kini "bosan" dengan perang tersebut, sementara pihak lain melihatnya frustrasi atas keteguhan sikap Iran.
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di internal Partai Republik. Para petinggi partai sebelumnya sudah bersiap menghadapi potensi kekalahan di DPR AS.
Kini, mereka khawatir jika perang terus berlanjut, posisi mereka di Senat pun terancam tumbang.

Posting Komentar untuk "Presiden Amerika Serikat Donald Trump Dikabarkan Mulai Putus Asa Perang Dengan Iran"