Presiden Prabowo Subianto melakukan rangkaian kunjungan strategis ke tiga negara Eropa, yakni Prancis, Austria, dan Hungaria pada akhir Mei 2026.
Lawatan ini difokuskan pada penguatan sektor pertahanan nasional serta ekspansi industri hilirisasi ekonomi.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan Indonesia mendapat akses teknologi militer kelas atas.
Selain itu, kunjungan ini bertujuan mengunci posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global, terutama pada industri baterai kendaraan listrik (EV).
Di Prancis, Presiden Prabowo membangun kepercayaan tingkat tinggi dengan Presiden Emmanuel Macron demi memperoleh sistem persenjataan canggih yang aksesnya sangat dibatasi.
Kedekatan politik yang kuat menjadi syarat utama bagi Indonesia untuk memperkuat pertahanan militer tanpa harus mengekor pada kekuatan Amerika Serikat maupun China.
Sementara itu, kunjungan ke Austria diarahkan untuk membuka gerbang kerja sama di sektor industri manufaktur presisi.
Negara di kawasan Eropa Tengah tersebut dikenal sebagai pusat pengolahan logam, otomotif, hingga mesin berskala global.
Lebih lanjut, perjalanan menuju Hungaria menjadi langkah krusial untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam produksi baterai EV di Eropa.
Berbekal penguasaan 65 persen cadangan nikel dunia, Indonesia hadir dengan posisi tawar yang sangat tinggi sebagai penentu masa depan industri otomotif, bukan sekadar meminta bantuan investasi.
Pergerakan maraton ini dinilai mutlak diperlukan dan harus dilakukan serba cepat sebelum tren teknologi baterai global beralih ke material non-nikel di masa mendatang.(*)

Posting Komentar untuk "Presiden Buktikan, Tak Tunduk Kepada Amerika Serikat dan China"