Zambia Tolak Bantuan Rp31 Triliun dari AS, Tegaskan "Mineral Kami Bukan untuk Dijual.
Baru-baru ini, Zambia bikin gerakan berani yang jarang dilakukan negara Afrika lain.
Menteri Luar Negeri mereka, Mulambo Haimbe, resmi menolak kesepakatan bantuan kesehatan senilai $2 miliar (sekitar Rp31 triliun) dari Amerika Serikat.
Kenapa ditolak? Bukan karena Zambia tidak butuh rumah sakit atau obat-obatan. Tapi karena di balik bantuan itu ada dua syarat yang bikin mereka bergidik:
AS mau mengikat dana kesehatan dengan akses ke mineral kritis Zambia (seperti tembaga dan sumber daya alam lainnya).AS juga minta akses ke data kesehatan pribadi warga Zambia.
Haimbe bilang, ini tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak bermoral. "Terlalu lama, bantuan dipakai sebagai tali buat menarik Afrika ke mana pun kekuatan besar mau.
Mereka pikir karena kami butuh rumah sakit, mereka bisa ambil tembaga dan privasi kami secara gratis?"
Pesan Zambia tegas.
Kesehatan rakyat dan kekayaan alam adalah dua hal yang berbeda.
Tidak untuk ditukar.
Ini bukan sekadar menolak bantuan. Ini soal kedaulatan. Zambia sadar, dunia butuh mineral mereka. Jadi kenapa harus memohon dan menerima "hadiah" yang datang dengan rantai tersembunyi?
"Jika kalian ingin mineral kami, bayar harga yang adil. Jika kalian ingin bantu kesehatan, lakukan dengan hormat," tegas Haimbe.
Afrika mulai bangun. Mereka punya apa yang dunia butuhkan. Dan mereka tidak perlu lagi tunduk.
#MineralBukanHadiah
Sumber:
Ghanaian Times: "US health deal must be uncoupled from minerals access -Zambia"
The African Insider: "Zambia says US health funding talks stalled over minerals, data terms
CGTN News: "Zambia says US health deal must be uncoupled from minerals access"

Posting Komentar untuk "Zambia Berani Menolak Bantuan Kesehatan Amerika Serikat Sebesar Rp 31 Triliun"