Makassar Media Duta, - Kabar yang memicu kekhawatiran tengah menjadi perbincangan hangat.
Sebanyak 28 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) dikabarkan terancam sanksi berat, mulai dari skorsing hingga dikeluarkan secara permanen dari kampus.
Ancaman ini muncul setelah mereka secara terbuka menyampaikan kritik dan pertanyaan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta rencana pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus.
Beredar informasi bahwa pihak kampus telah mengeluarkan peringatan tegas. Mahasiswa yang dianggap terus menyuarakan penilaian kritis akan segera diproses melalui Majelis Kode Etik Mahasiswa (MKEM) guna mempertimbangkan pemberian sanksi.
Langkah ini langsung menuai tanggapan luas. Banyak pihak menilai tindakan tersebut terasa represif dan mematikan ruang demokrasi di lingkungan pendidikan.“Masa hanya karena mengemukakan pendapat dan mempertanyakan kebijakan, langsung diancam hukuman seberat ini?
Rasanya kebebasan berpikir di kampus mulai dibatasi,” ungkap sejumlah rekan mahasiswa dan pemerhati pendidikan.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak manajemen kampus mengenai dasar pertimbangan pemberian ancman sanksi tersebut.
Masyarakat dan kalangan akademisi pun menunggu kejelasan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang semakin meluas.
Kasus ini kembali mengangkat pertanyaan penting:
apakah ruang berekspresi dan menyampaikan aspirasi yang seharusnya menjadi hak mahasiswa kini mulai terhamba?
#InfoUnhas #TeknikUnhas *

Posting Komentar untuk "28 Mahasiswa Teknik Unhas Terancam Dikeluarkan dari Kampus Usai Mengkritik MBG "