Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa PLN masih kekurangan kontrak pasokan batu bara sekitar 20 juta ton untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik nasional.
Dari kebutuhan tahunan sebesar 154 juta ton, baru sekitar 134 juta ton yang berhasil dikontrak dari total penugasan sekitar 190 juta ton kepada perusahaan tambang.
Bahlil menjelaskan salah satu kendala utama adalah semakin terbatasnya ketersediaan batu bara berkalori medium yang dibutuhkan PLN.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah telah membentuk tim khusus yang melibatkan PLN, Ditjen Minerba, Inspektorat Jenderal, dan BPKP guna mengawasi pengadaan batu bara secara lebih transparan serta memastikan keamanan pasokan listrik nasional.
[Detik Finance]

Posting Komentar untuk "Bahlil Disebut PLN Kekurangan 20 juta Ton Batu Bara Untuk Pembangkit Listrik Indonesia"