Berbeda dengan ayahnya yang berkiprah di dunia hiburan, Damar memilih jalur akademik dan berhasil menunjukkan prestasi luar biasa di bidang ilmu pengetahuan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Rekam Jejak Pendidikan dan Prestasi
Sarjana Teknik Nuklir, Universitas Gadjah Mada (UGM): Damar menempuh pendidikan S1 di UGM dari tahun 2004 hingga 2009. Ia berhasil lulus dengan predikat Cum Laude dan meraih IPK yang hampir sempurna, yaitu 3,92.
Magister Teknik Nuklir, Swiss: Melanjutkan studi pascasarjana pada tahun 2010 di École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), Swiss, dan menyelesaikannya pada 2012. Selama pendidikan ini, ia juga sempat mengikuti program di ETH Zurich.
Doktor Teknik Nuklir, Swiss; Damar melanjutkan pendidikan doktoral di EPFL dan berhasil meraih gelarnya pada tahun 2018 dengan prestasi Summa Cum Laude.
Penghargaan Akademik: Selama masa kuliahnya, ia memperoleh berbagai penghargaan internasional, termasuk dinobatkan sebagai Best Student berkat presentasi hasil riset nuklirnya di berbagai negara seperti Amerika Serikat (dua kali) dan Jepang.
Karier Profesional Saat Ini
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya, Damar sempat bekerja sebagai peneliti post-doktoral di ETH Zurich, Swiss.
Saat ini, ia berkarier sebagai ilmuwan dan peneliti di Helmholtz-Zentrum Dresden-Rossendorf (HZDR), sebuah pusat penelitian terkemuka yang berbasis di Jerman.
Keputusannya untuk memperdalam ilmu di Swiss didorong oleh fokus negara itu dalam pengembangan teknologi nuklir untuk tujuan damai, khususnya di bidang energi, alih-alih penggunaannya untuk senjata.
Kecerdasan tinggi yang dimiliki Damar tak lepas dari latar belakang keluarganya.
Mendiang Dono, selain dikenal sebagai pelawak ternama, juga merupakan seorang sosiolog serta mantan dosen di Universitas Indonesia (UI).(*)

Posting Komentar untuk "Damar Wicaksono Sosok Ahli Nuklir Anak Dono Warkop DKI Jebolan UGM & S3 Kampus Di Swiss "