Acara tahun baru Islam yang diprakarsai oleh Prof. DR. Muhammad Asdar dan Ketua Grup Berendam DR. Mansyur Mus, SE, MM, Bapak Pembina H. Bahar Ngitung dan Haji Saleh, SH, sebagai Ketua Panitia Ulang Tahun Berendam ke 8 serta para anggota grup Berendam lainnya.
Perayaan Tahun Baru Islam ini juga di tandai dengan Pembentukan 1 Majelis Da'wah yg di beri nama PROPAS ISLAMIYAH yang mana hari ini juga di Deklarasikan di tiga tempat, yaitu pertama di Tanjung Bayang , kedua di Cafe Dembo dan ketiga di Masjid Prof. H Rahman Basalamah.
Prof. DR. Muhammad Asdar dan Ketua Komunitas Berendam DR. Mansyur Mus, SE, MMSalah satu momen penting yang dinantikan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia. Pergantian tahun baru dalam kalender Hijriah bukan sekadar perubahan angka, melainkan momentum untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya yang identik dengan pesta dan hiburan, Tahun Baru Islam mengandung nilai spiritual yang mendalam dan mengajak setiap muslim untuk merenungkan perjalanan hidupnya selama satu tahun terakhir.
Bagi umat Islam, datangnya Tahun Baru Islam 2026 merupakan pengingat tentang pentingnya hijrah dalam kehidupan.
Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih taat, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Oleh karena itu, memahami makna di balik pergantian tahun Hijriah menjadi hal yang penting agar momentum ini tidak berlalu begitu saja tanpa memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sejarah Penetapan Kalender Hijriah
Kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan yang digunakan umat Islam berdasarkan peredaran bulan.
Penetapan kalender ini dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA. Sebelum adanya kalender Hijriah, umat Islam belum memiliki sistem penanggalan resmi yang digunakan secara luas dalam administrasi pemerintahan maupun kehidupan sosial.
Tahun pertama dalam kalender Hijriah dihitung berdasarkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Peristiwa tersebut dipilih karena dianggap sebagai titik awal kebangkitan umat Islam dan terbentuknya masyarakat Islam yang kuat serta mandiri.(*)
.jpg)

.jpg)



Posting Komentar untuk "Semerbak Tahun Baru 1448 Hijriah, Deklarasi Profas Islamiya"