Garis nasib seseorang tidak ada yang tahu, namun bagi Rosita Aruan Orchid Baptiste, kerja keras dan air mata adalah pupuk bagi kesuksesannya.
Siapa sangka, sosok perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) di Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) ini mengawali perjuangannya di Negeri Paman Sam dari titik yang paling rendah.
Gelar Sarjana Hukum yang "Tak Laku"Sebelum meniti karier militer, Rosita adalah sosok intelektual kebanggaan keluarga di Medan. Ia merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) yang sempat berkarier sebagai wartawan ekonomi di Jakarta.
Namun, saat memutuskan hijrah ke Amerika Serikat pada tahun 2000, realita pahit harus ia telan. Gelar sarjananya seolah tak berarti di sana.
Titik Terendah: Menangis di Toilet Restoran
Demi menyambung hidup, sang "Boru Batak" ini rela bekerja sebagai kasir dan petugas kebersihan di restoran cepat saji dengan upah hanya beberapa dolar per jam.
Ada satu momen haru yang tak pernah ia lupakan: momen saat ia harus membersihkan toilet restoran.
"Saya menangis saat pertama kali harus membersihkan WC. Saya telepon Mama di Jakarta, tidak terbayang harus begini di Amerika.
Tapi itu yang membentuk mental saya," kenangnya. Namun, bukannya menyerah, Rosita justru menjadikan hinaan dan kesulitan itu sebagai bahan bakar untuk bangkit.
Melawan Keterbatasan Fisik
Meski hanya memiliki tinggi badan 149 sentimeter—jauh di bawah rata-rata tentara Amerika—Rosita nekat mendaftar militer atas dukungan suaminya.
Walau sempat gagal di ujian pertama, ia tidak mundur. Ia belajar lebih keras hingga akhirnya berhasil lolos dan membuktikan bahwa nyali "Boru Batak" tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.
Selamat dari Maut di Irak
Kariernya kian gemilang meski harus bertaruh nyawa. Selama 11 tahun lebih, ia telah mencicipi kerasnya medan perang di Irak dan Kuwait.
Sebuah keajaiban bahkan pernah menyelamatkannya saat sebutir peluru melesat tepat di posisi kepalanya. Ia selamat hanya karena saat itu sedang merunduk untuk menyambungkan kabel laptop.
Bintang yang Kini Bersinar
Kini, Rosita telah mencapai pangkat Letnan Kolonel. Dari seorang imigran yang dulu dihina karena membersihkan toilet, kini ia berdiri gagah sebagai pemimpin di militer terkuat dunia.
Kisah Rosita Aruan adalah bukti nyata bahwa doa ibu, restu keluarga, dan kerja keras yang dibasuh air mata akan berbuah manis pada waktunya.
Horas! Kisah ini adalah pengingat bagi kita semua untuk tidak pernah malu memulai dari bawah.
Sumut Indah

Posting Komentar untuk "Tangis Boru Batak di Amerika Berawal dari Tukang Sapu WC, Kini Pangkat Letnan Kolonel"