Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

PBB Menolak Keras Ambisi Israel Kuasai 70 Persen Jalur Gaza


Ketegangan diplomatik di markas besar PBB kembali memuncak. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara terbuka m3ngecam keras manuver terbaru 1srael yang berencana memperluas cengk3ram4n militernya hingga menguasai 70 persen wilayah Jalur Gaza. 

Dengan nada tegas, PBB mengingatkan dunia bahwa tanah sekecil apa pun di Gaza adalah hak mutlak warganya.

"Seratus persen Gaza harus menjadi milik rakyat P4l3st1na," tegas Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, di hadapan para jurnalis di New York, Jumat (29/5).

Dujarric menyatakan bahwa sikap PBB tidak akan pernah bergeser dalam menuntut keadilan di tanah pendudukan tersebut. 

PBB mendesak militer 1srah3l untuk segera angkat kaki dari wilayah yang mereka duduki, terutama di sepanjang batas demarkasi yang dikenal sebagai "garis kuning".

"Itulah yang ingin kami lihat, dan kami telah menyerukan 1srael untuk menarik diri dari pendudukannya di sepanjang apa yang disebut garis kuning, dan itu akan terus menjadi posisi kami," tambah Dujarric.

Garis Kuning yang Terus Bergeser dan "Janji" Trump

K3cam4n keras PBB ini dipicu oleh pernyataan blak-blakan Perdana Menteri 1srah3l, B3njam1n N3tany4hu. Ia sesumbar bahwa sekira 60 persen wilayah G4z4 kini sudah berada di bawah kendali penuh pasukannya.

 Seolah belum cukup, N3tany4hu mengisyaratkan ambisi baru untuk memperluas okupasi hingga menyentuh angka 70 persen, meski ia masih merahasiakan strategi operasional di balik rencana tersebut.

Garis kuning sendiri sebenarnya merupakan zona pemisah sementara di sisi timur Gaza. Batas ini memisahkan wilayah yang dicengkeram m1lit3r 1srahel dengan area yang tersisa bagi warga P4lest1na untuk bertahan hidup. 

Pada Oktober tahun lalu, militer 1srah3l mengeklaim baru menguasai 53 persen wilayah G4z4 setelah reposisi pasukan ke area tersebut.

Ironisnya, pergerakan militer ini diklaim sebagai bagian dari tahap pertama rencana perdamaian yang diusung Presiden Amerika Serikat, D0nald Trvmp, untuk mengakhiri p3r4ng di Gaza.

 Rencana tersebut menjanjikan penarikan pasukan 1srah3l yang lebih luas pada tahap kedua, yang seharusnya dimulai sejak Januari lalu. Namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya.

Realitas Pahit di Lapangan: Penggusuran Senyap

Bagi warga Palestin, "garis kuning" tersebut bukanlah batas mati, melainkan anc4m4n yang terus bergerak. 

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa batas pemisah tersebut perlahan tapi pasti terus digeser oleh 1srah3l ke arah barat, menelan lebih banyak ruang hidup warga Gaza.

Pejabat senior H4m4s, B4ssem N41m, mengonfirmasi taktik penggvsur4n senyap ini kepada kantor berita Anadolu.

 Ia mengungkapkan bahwa 1srah3l telah mematok garis baru yang menjorok sekitar 8 hingga 9 persen lebih dalam ke jantung wilayah G4z4.

 Menurut kalkulasi Naim, agresi sepihak inilah yang membuat wilayah di bawah cengkeraman 1srah3l kini telah melonjak drastis hingga melampaui angka 60 persen.

Narasi ini diolah oleh Irwan Musa berdasarkan berita yang bersumber dari AJNN. net dengan judul "PBB: Seratus Persen Gaza Harus Jadi Milik Rakyat Palestina

#fbIrwanMusa #Fyp

Posting Komentar untuk "PBB Menolak Keras Ambisi Israel Kuasai 70 Persen Jalur Gaza"