Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Said Didu dan Refly Harun Hadiri Deklarasi GMKR Riau, Serukan Perlawanan Oligarki


Pekanbaru, Media Duta,- Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR) Riau resmi dideklarasikan di Pekanbaru Jalan Bandara Sultan Syarif Kasim, Rabu, 10 Juni 2026.

Deklarasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Muhammad Said Didu dan Refly Harun, serta ratusan peserta dari berbagai kalangan yang menyatakan komitmen untuk mengembalikan kedaulatan rakyat yang dinilai telah dikuasai oleh oligarki.

Kegiatan yang berlangsung di Pekanbaru itu menjadi momentum lahirnya gerakan yang mengusung semangat penguatan demokrasi, penegakan hukum, keadilan ekonomi, serta pengelolaan sumber daya alam yang berpihak kepada rakyat.

Dalam sambutannya, Said Didu menegaskan bahwa salah satu ancaman terbesar terhadap keutuhan bangsa saat ini adalah semakin kuatnya pengaruh oligarki dalam berbagai sektor kehidupan bernegara.

Menurutnya, peringatan yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto mengenai kemungkinan sebuah negara mengalami kehancuran perlu menjadi perhatian seluruh elemen bangsa.

Pak Prabowo pernah bilang negara bisa bubar. Kami mengindikasikan bahwa kira-kira penyebab bubarnya Indonesia jika itu terjadi adalah karena kedaulatan rakyat sudah diambil oleh oligarki," kata Said Didu.

Ia menilai penguasaan oligarki telah merambah hampir seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kedaulatan apa pun sudah diambil oleh oligarki sehingga ini menjadi gerakan untuk mengembalikan kedaulatan rakyat," ujarnya.

Said Didu menyebut sedikitnya ada lima bentuk kedaulatan yang menurutnya telah mengalami pelemahan akibat dominasi kelompok oligarki.

Pertama adalah kedaulatan hukum yang dinilai tidak lagi sepenuhnya berpihak kepada rakyat.

"Kedaulatan hukum, hampir semua hukum itu oligarki yang pegang," tegasnya.

Kedua adalah kedaulatan ekonomi yang menurutnya sangat nyata terlihat di Provinsi Riau sebagai daerah yang kaya sumber daya alam namun masih menghadapi berbagai persoalan ketimpangan.

Selain itu, ia juga menyinggung kedaulatan wilayah, kedaulatan pertahanan dan keamanan, serta kedaulatan politik yang menurutnya juga telah dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu.

"Lima kedaulatan itu harus dikembalikan untuk menyelamatkan Indonesia," katanya.

Said Didu berharap Provinsi Riau dapat menjadi salah satu daerah pelopor dalam perjuangan mengembalikan kedaulatan rakyat secara nyata.

"Kami berharap Riau menjadi titik tolak untuk mengembalikan kedaulatan secara nyata," ucapnya.

Koordinator GMKR Riau, Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Edy Afrizal Natar Nasution sekaligus Mantan perwira TNI tersebut menjelaskan bahwa gerakan yang dibentuknya berangkat dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini.

Ia mengaku sengaja mengundang tokoh-tokoh nasional yang selama ini dikenal kritis terhadap berbagai kebijakan publik untuk memberikan pandangan dan referensi kepada masyarakat Riau.(*)



Posting Komentar untuk "Said Didu dan Refly Harun Hadiri Deklarasi GMKR Riau, Serukan Perlawanan Oligarki"