Pilihan 1 (Misterius): Sukses melumpuhkan gembong besar Xanana Gusmão di masa muda, jenderal intelijen baret merah ini kini memimpin perusahaan tambang raksasa nasional.
Rekam jejak para jenderal baret merah sering kali diwarnai oleh kisah-kisah senyap di medan intelijen yang mempertaruhkan nyawa demi tegaknya stabilitas nasional.
Pria kelahiran Stabat, Langkat, Sumatera Utara pada 17 Agustus 1961 ini memulai pengabdiannya di dunia militer dengan memantapkan diri lulus dari Akademi Militer pada tahun 1984.
Langkah awal kariernya langsung ditempa di lingkungan pasukan khusus sebagai Komandan Unit dan Komandan Tim Grup 1 Kopassus.
Titik balik besar yang melambungkan namanya terjadi pada tahun 1992 saat ia berhasil masuk dalam tim elite yang menangkap gembong ternama asal Timor-Timur, Xanana Gusmão.
Berkat keberhasilan yang sangat bernilai strategis bagi negara tersebut, pemerintah menganugerahinya Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Letnan Satu langsung menjadi Kapten.
Sejak momentum emas itu, kapasitasnya di bidang intelijen membuat ia terus diterjunkan ke berbagai daerah rawan konflik mulai dari Aceh, Irian Jaya, Ambon, hingga Poso.
Ketangguhannya di lapangan membawa perwira infanteri ini dipercaya memegang tongkat komando teritorial penting, termasuk saat menjabat sebagai Komandan Grup 3/Sandi Yudha dan Komandan Rarem 152/Baabullah.
Memasuki era penumpasan terorisme modern, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme sejak tahun 2011.
Karier militernya kian bersinar di Indonesia Timur saat dilantik menjadi Panglima Kodam VII/Wirabuana pada tahun 2015, sebelum akhirnya bertransisi memimpin Kodam XIV/Hasanuddin.
Puncak karier tertingginya di birokrasi pertahanan dicapai ketika ia menyandang pangkat Letnan Jenderal TNI dan dipercaya menjabat sebagai Sesmenko Polhukam pada tahun 2019.
Di luar dunia militer yang kaku, kehidupan pribadinya juga kerap menarik perhatian publik setelah ia resmi memantapkan langkah pernikahan bersama artis ternama Bella Saphira pada tahun 2013.
Setelah purna tugas dari kedinasan militer pada tahun 2019, ia langsung bertransisi ke dunia profesional sipil dengan ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Aneka Tambang Tbk.
Perjalanan hidup dari seorang komandan unit kopassus di medan operasi hingga menjadi pemimpin puncak perusahaan nasional membuktikan bahwa ketajaman strategi dan disiplin seorang prajurit akan selalu bernilai di setiap bidang pengabdian.
Sumber: Wikipedia
#fbpro #fypfoto #pengikut

Posting Komentar untuk "Sukses Melumpuhkan Gembong Besar Xanana Gusmao di Masa Muda"