Kapal induk nuklir terbesar milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, kembali menjadi sorotan setelah muncul rekaman video yang memperlihatkan kerusakan jauh lebih serius dibandingkan informasi resmi yang sebelumnya disampaikan Angkatan Laut AS.
Saat insiden kebakaran terjadi ketika kapal tersebut terlibat dalam operasi militer melawan Iran di kawasan Laut Merah pada Maret 2026, pihak militer AS menyatakan bahwa api berhasil dikendalikan dan kapal tetap mampu menjalankan tugasnya secara normal.
Namun, rekaman yang kemudian diperoleh CNN menunjukkan kondisi yang berbeda.
Area tempat tidur awak kapal tampak hangus, rangka logam melengkung akibat panas ekstrem, kabel-kabel menjuntai dari langit-langit, serta banyak bagian interior mengalami kerusakan berat.
Beberapa pelaut bahkan mengaku sempat khawatir kapal induk bernilai miliaran dolar itu tidak dapat diselamatkan.
Laporan tersebut juga mengungkap bahwa sistem pemadam kebakaran kapal diduga tidak berfungsi sebagaimana mestinya saat insiden berlangsung.
Akibatnya, ratusan awak kapal harus bekerja selama berjam-jam untuk mengendalikan kobaran api agar tidak menyebar ke bagian lain kapal.
Kebakaran yang berasal dari area laundry itu membuat sekitar 600 pelaut kehilangan akses ke tempat tidur mereka.
Meski Angkatan Laut AS sebelumnya menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan serangan Iran dan tidak mengganggu kemampuan tempur kapal.
Sejumlah pejabat yang mengetahui kejadian itu mengakui bahwa dampaknya lebih besar dari yang diumumkan kepada publik. USS Gerald R.
Ford bahkan harus singgah di Yunani untuk menjalani perbaikan sementara sebelum kembali beroperasi.
Meski akhirnya dapat kembali menjalankan misi, kebakaran tersebut meninggalkan konsekuensi jangka panjang bagi kapal induk kebanggaan Amerika itu.
USS Gerald R. Ford, yang mulai bertugas pada 2017 dan dikenal sebagai kapal induk paling canggih dalam armada AS, kini menjalani masa perawatan yang diperpanjang untuk memperbaiki berbagai kerusakan yang terjadi selama penugasan.
Sejumlah pejabat memperkirakan kapal tersebut membutuhkan waktu setidaknya satu tahun sebelum siap kembali berlayar penuh.
Peristiwa ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem pendukung kapal perang modern dalam menghadapi situasi darurat.
Meskipun banyak pihak tetap memuji keberanian dan ketangguhan para awak yang berhasil mencegah kerusakan lebih besar di tengah operasi militer yang berlangsung intens.(*)

Posting Komentar untuk "AS Berbohong! Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah"