Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Harga Minyak Dunia Turun, Akankah Harga Pertamax Ikut Turun?


Harga Minyak Dunia Turun, Akankah Harga Pertamax Ikut Turun per 1 Juli 2026? Ini Kata Menteri Bahlil

Tayang: Selasa, 30 Juni 2026, 16.58 WIB

Rencana penyesuaian harga BBM non-subsidi untuk periode Juli 2026 masih menjadi tanda tanya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan pemerintah belum mengambil keputusan final terkait kemungkinan penurunan harga BBM non-subsidi. 

Menurutnya, pemerintah masih  mencermati perkembangan dan fluktuasi harga minyak mentah dunia sebelum menentukan kebijakan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah kenaikan harga BBM non-subsidi pada pertengahan Juni 2026 menarik perhatian masyarakat.

Sebelumnya, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak mentah dunia mulai mengalami koreksi. Harga minyak jenis Brent turun ke kisaran US$80 per barel setelah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mereda.

Penurunan harga minyak dunia tersebut memunculkan harapan masyarakat bahwa harga BBM non-subsidi di dalam negeri juga berpotensi mengalami penyesuaian ke arah yang lebih rendah.

Menanggapi hal tersebut, Bahlil mengatakan bahwa pemerintah masih akan melihat perkembangan harga minyak dunia.

«"Kita lihat aja, teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan.

 Masa baru naik dua minggu atau tiga minggu? teman-teman sudah tanya itu," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).»

Pertamina Masih Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga memastikan evaluasi harga BBM non-subsidi terus dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan pasar energi global.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa peninjauan harga jual produk hilir migas merupakan proses rutin yang dilakukan perusahaan.

Kebijakan penyesuaian harga nantinya akan diselaraskan dengan dinamika harga minyak mentah dunia serta berbagai indikator lain yang menjadi dasar pembentukan harga BBM.

Pertamina menyatakan peluang penyesuaian harga tetap terbuka apabila tren penurunan harga minyak dunia bertahan secara stabil.

Sumber: Tribunsumsel.com (mengutip Kontan).

Posting Komentar untuk "Harga Minyak Dunia Turun, Akankah Harga Pertamax Ikut Turun?"