Teheran makin memperkuat struktur militer untuk melawan kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat dan Israel.
Karena pemerintah Iran terus memperkuat struktur militer dan pemerintahan dengan melibatkan sosok-sosok yang keras dan tak takut mati dalam mempertahankan integritas Teheran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengumumkan sejumlah pergantian pejabat penting di bidang keamanan dan militer.
Salah satu keputusan utama adalah menunjuk veteran perang sekaligus mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohsen Rezaee, sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran atau Supreme National Security Council (SNSC).
Rezaee, 71 tahun, pernah menjabat sebagai panglima IRGC selama 16 tahun, termasuk ketika Iran terlibat perang dengan Irak pada dekade 1980-an.
Ia kini juga ditunjuk sebagai perwakilan Khamenei di lembaga pengambil keputusan strategis tersebut. Penunjukan Rezaee dilakukan di tengah situasi keamanan Iran yang masih tegang setelah perang dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sejumlah analis menilai perubahan tersebut menunjukkan bahwa Teheran belum menunjukkan tanda-tanda melunak dalam menghadapi Washington.
Sina Azodi, asisten profesor Politik Timur Tengah di George Washington University, mengatakan penunjukan tersebut menunjukkan adanya kesamaan pandangan antara Khamenei, komando IRGC, dan Rezaee mengenai perlunya mempertahankan sikap perlawanan terhadap Amerika Serikat.
Menurut Azodi, Rezaee memiliki pengalaman kelembagaan yang sangat panjang serta pengaruh kuat di kalangan komandan senior IRGC maupun personel di tingkat bawah.
Pengalamannya dinilai dapat digunakan untuk memperkuat kohesi internal dan memperkuat kendali kepemimpinan atas organisasi tersebut.
Enam Posisi Militer Diganti
Selain Rezaee, Iran pada Senin mengisi enam posisi militer penting. Ali Abdollahi, yang sebelumnya memimpin komando perang gabungan Iran, ditunjuk sebagai kepala staf angkatan bersenjata.
Sementara itu, Ali Ozmaei ditunjuk sebagai kepala Angkatan Laut IRGC. Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi juga dikukuhkan sebagai panglima IRGC dengan pangkat mayor jenderal.
Ia secara resmi menggantikan Mohammad Pakpour yang tewas dalam serangan awal perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada akhir Februari.
Rangkaian pergantian tersebut memperlihatkan upaya Iran memperkuat struktur komando militer dan keamanan setelah konflik yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi dan komandan militer.
Rezaee Kembali ke Lingkaran Militer
Rezaee sebelumnya lebih banyak berkarier di ranah politik dan ekonomi setelah perang Iran-Irak berakhir.
Ia pernah menjadi sekretaris Dewan Kebijaksanaan atau Expediency Discernment Council, salah satu lembaga penting dalam sistem politik Iran.
Ia juga terlibat dalam penyusunan rencana pembangunan jangka panjang Iran dan memperoleh kewenangan koordinasi ekonomi tingkat tinggi pada masa pemerintahan Presiden Ebrahim Raisi antara 2021 hingga 2024.
Meski memiliki pengalaman politik panjang, Rezaee tidak pernah menduduki jabatan melalui pemilihan umum. Ia tercatat empat kali gagal dalam pencalonan presiden Iran.
Rezaee kemudian kembali mengenakan seragam militer setelah pecah konflik terbaru.
Ia ditunjuk sebagai penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran hanya sekitar sepekan setelah Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan pada awal perang.
Sejak itu, Rezaee dikenal aktif menyampaikan pesan perlawanan dan ketahanan Iran terhadap Amerika Serikat, Israel, serta sejumlah negara di kawasan. (SerambiNews.com)

Posting Komentar untuk " AS-Israel Mulai Ketar Ketir Usai Mojtaba Khamenei Turun Gunung"