Media Duta,- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengungkap dalam wawancara telepon dengan Channel 14, Senin (24/8), bahwa Iran pernah mencoba membunuh salah satu putranya.
Informasi yang ternyata telah diketahui aparat keamanan Israel selama berbulan-bulan, namun ditahan dari publikasi akibat perintah pembungkaman (gag order).
"Ada sesuatu yang tidak bisa dipercaya," ujar Netanyahu. "Iran 'menargetkan' salah satu putra saya. Mereka mencoba membunuhnya.
Itulah sebabnya pengamanan ini bukan kemewahan, tanpa itu, mereka bisa berhasil. Orang-orang perlu menunjukkan kehati-hatian bahkan di tengah masa kampanye pemilu."
Netanyahu tidak mengungkap detail lebih lanjut, termasuk putra mana yang menjadi target, ia memiliki dua putra:
Yair (35), yang belakangan lebih banyak menetap di Miami sejak awal 2024 di bawah perlindungan Shin Bet (memicu kontroversi soal biaya pengamanan dari uang pajak), dan Avner, yang tinggal di Israel.
Pengakuan ini muncul sebagai pembelaan atas keputusan tak biasa Komite Menteri Urusan Shin Bet pada 16 Juli lalu, yang menyetujui perlindungan seumur hidup bagi Netanyahu.
Perlindungan seumur hidup bagi istrinya Sara, serta perlindungan lima tahun bagi kedua putranya, bahkan jika Netanyahu kalah dalam pemilu mendatang atau lengser dari jabatan.(*)

Posting Komentar untuk "Pengakuan Mengejutkan Perdana Menteri Israel"