Media Duta,- Ketika negosiasi antara Iran dan United States kembali menjadi pembahasan dunia, muncul harapan bahwa ketegangan panjang di Timur Tengah dapat mereda.
Namun di saat yang sama, konflik di Gaza Strip dan Lebanon kembali memanas. Serangan demi serangan terus terjadi. Ketegangan regional pun meningkat.
Lalu muncul pertanyaan yang mulai dibahas oleh sejumlah analis geopolitik. Apakah meningkatnya eskalasi konflik ini hanya kebetulan?
Ataukah ada pihak yang khawatir jika Iran dan Amerika benar-benar mencapai sebuah kesepakatan?
Bagi sebagian pengamat, perdamaian antara Iran dan Amerika bukan sekadar persoalan diplomasi. Jika sanksi ekonomi terhadap Iran berkurang, ekonomi Iran berpotensi pulih.
Pendapatan negara bisa meningkat. Dan kemampuan militernya juga dapat berkembang lebih jauh. Di sinilah kekhawatiran sebagian kalangan di Israel sering muncul.
Selama bertahun-tahun, Benjamin Netanyahu berulang kali menyatakan bahwa Iran adalah ancaman strategis terbesar bagi Israel.
Karena itu, setiap peluang yang dapat membuat Iran lebih kuat selalu menjadi perhatian serius di Tel Aviv.
Ketika kawasan kembali bergolak dan risiko konflik semakin besar, pembicaraan mengenai perdamaian Iran-Amerika pun kembali menghadapi tantangan.
Apakah ketegangan yang terjadi akan mendorong kedua negara menjauh dari meja perundingan?
Ataukah justru membuat mereka semakin sadar bahwa perdamaian adalah satu-satunya jalan?
Pertanyaan itu masih belum memiliki jawaban pasti.
Namun satu hal jelas...
"..Masa depan Timur Tengah bisa sangat dipengaruhi oleh berhasil atau gagalnya hubungan antara Iran dan Amerika Serikat..."

Posting Komentar untuk "Israel Ketakutan Jika Iran Berdamai Dengan Amerika Serikat"