Media Duta,- Jeruk Jaffa, khususnya varietas Shamouti, mulai dikembangkan oleh petani Palestina di sekitar Jaffa pada pertengahan abad ke-19.
Jeruk ini kemudian berkembang menjadi komoditas ekspor penting pada masa akhir Kekaisaran Ottoman dan Mandat Inggris, hingga menjadi salah satu pilar ekonomi pertanian Palestina.
Namun, sejarahnya berubah drastis setelah Nakba 1948, ketika ratusan ribu warga Palestina terusir dari rumah dan tanah mereka.
Banyak kebun jeruk Palestina kemudian berada di bawah penguasaan negara Israel melalui kebijakan dan mekanisme hukum terkait properti milik mereka yang telah meninggalkan wilayah tersebut.
Pada dekade 1950-an dan 1960-an, merek Jaffa dipromosikan secara luas sebagai produk pertanian Israel di pasar internasional. Akibatnya, hubungan buah tersebut dengan sejarah dan akar Palestina semakin tidak terlihat dalam narasi perdagangan global.
Bagi banyak orang Palestina, jeruk Jaffa kini bukan sekadar buah. Ia menjadi simbol tanah yang hilang, memori keluarga, identitas budaya, dan sejarah yang tetap diwariskan dari generasi ke generasi.
Sumber: berbagai sumber sejarah
#palestina #jerukjaffa

Posting Komentar untuk "JERUK JAFFA: DARI WARISAN PALESTINA MENJADI SIMBOL KEHILANGAN"