Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Kisah Hanny Kristianto Ditinggalkan Anak Dan Istrinya Kerena Mualaf


Media Duta,- Bagi kalian yang sudah mualaf, jangan mundur dari keyakinan kalian saat ini,ujian pasti ada.tetap Istikomah dan tawadhu.

Simak kisah inspiratif di bawah ini...

Hanny Kristianto, atau yang akrab disapa Koh Hanny, menjalani perjalanan hidup yang penuh perubahan dan pencarian makna.

 Pria keturunan Tionghoa ini sebelumnya menempuh pendidikan di Universitas Kristen Krida Wacana pada bidang bisnis, manajemen, dan marketing, hingga kemudian membangun karier sebagai seorang pengusaha.

Di tengah perjalanan hidupnya, Hanny mengalami titik balik yang mengubah arah kehidupannya. Setelah mendalami isi Bibel dan melakukan pencarian spiritual yang panjang, ia mengaku mendapatkan keyakinan untuk memeluk Islam. 

Pada Februari 2013 di Mojokerto, Jawa Timur, Hanny akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat dan memulai babak baru dalam kehidupannya.

Keputusan tersebut bukanlah pilihan yang mudah. Keislamannya mendapat tentangan dari keluarga dan ia harus menghadapi kehilangan hubungan dekat dengan orang-orang yang dicintainya. 

Anak dan istrinya lebih memilih meninggalkannya ketimbang harus ikut pindah keyakinan bersamanya. keyakinannya dengan islam dipertegas lagi saat ia membeli sebuah gereja kemudian bekas gereja tersebut ia rubah menjadi sebuah mesjid. 

Masa itu menjadi ujian berat baginya, tetapi Hanny memilih tetap menjalani keyakinannya dengan penuh keteguhan. Ia berusaha menerima setiap cobaan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus dihadapi dengan sabar.

Setelah menjadi mualaf, Hanny justru semakin aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. 

Ia dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Mualaf Center Indonesia, mendirikan Ikhlaas Foundation, serta turut aktif dalam kegiatan kemakmuran Masjid Ash Shiddiq Cikeas. 

Pengalaman hidup yang pernah dilaluinya membuat ia ingin memberikan manfaat dan mendampingi orang lain dalam perjalanan mereka.

Kisah Koh Hanny menjadi pengingat bahwa perjalanan menemukan keyakinan dan tujuan hidup terkadang membutuhkan keberanian besar. 

Ia memilih tetap melangkah meski harus melewati masa-masa sulit, kemudian menjadikan pengalaman tersebut sebagai kekuatan untuk membantu orang lain.

Dari sebuah keputusan yang penuh ujian, lahirlah semangat untuk berbagi, melayani, dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama.

Hanny Kristianto, atau yang akrab disapa Koh Hanny, menjalani perjalanan hidup yang penuh perubahan dan pencarian makna. 

Pria keturunan Tionghoa ini sebelumnya menempuh pendidikan di Universitas Kristen Krida Wacana pada bidang bisnis, manajemen, dan marketing, hingga kemudian membangun karier sebagai seorang pengusaha.(*)


Posting Komentar untuk "Kisah Hanny Kristianto Ditinggalkan Anak Dan Istrinya Kerena Mualaf"