Media Duta,- Bagi sebagian besar negara, senjata nuklir adalah alat pencegah perang. Namun bagi Israel, kemungkinan Iran memiliki senjata nuklir dipandang jauh lebih serius daripada itu.
Sejak bertahun-tahun lalu, para pemimpin Israel berulang kali menyebut program nuklir Iran sebagai "ancaman eksistensial" bagi negara Israel.
Artinya, bukan sekadar ancaman militer biasa, melainkan ancaman yang dianggap dapat mengancam keberlangsungan negara Israel itu sendiri.
Hal ini tidak lepas dari kondisi geografis Israel yang relatif kecil. Berbeda dengan negara-negara besar yang memiliki wilayah luas dan kedalaman strategis, Israel merupakan negara dengan luas wilayah yang terbatas dan konsentrasi penduduk yang tinggi.
Karena itulah setiap kemajuan program nuklir Iran selalu menjadi perhatian utama Tel Aviv.
Di sisi lain, Iran berulang kali menyatakan bahwa program nuklirnya bertujuan damai dan untuk kebutuhan energi.
Namun Israel dan sejumlah negara Barat tetap khawatir bahwa kemampuan pengayaan uranium yang terus berkembang dapat membuka jalan menuju kemampuan senjata nuklir di masa depan.
Ketakutan inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa Israel selama bertahun-tahun melakukan operasi intelijen, sabotase, tekanan diplomatik, hingga mendukung berbagai upaya untuk menghambat perkembangan program nuklir Iran.
Bagi Israel, persoalannya bukan hanya apa yang dimiliki Iran hari ini. Tetapi apa yang mungkin dimiliki Iran beberapa tahun ke depan.
Karena dalam pandangan para pemimpin Israel, keseimbangan kekuatan di Timur Tengah dapat berubah secara drastis apabila Iran berhasil mencapai kemampuan nuklir militer.
Itulah sebabnya isu nuklir Iran tetap menjadi salah satu persoalan geopolitik paling sensitif dan paling berbahaya di kawasan Timur Tengah hingga hari ini.

Posting Komentar untuk "MENGAPA ISRAEL SANGAT TAKUT PADA NUKLIR IRAN.? "