Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Momen Damai Berujung Kericuhan di Banda Aceh


Banda Aceh Media Duta,- Hari yang seharusnya penuh syukur mengenang 21 tahun perdamaian Aceh, justru berubah menjadi panggung kericuhan yang mencekam.

 Sabtu, 15 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan kesepakatan damai MoU Helsinki, suasana di sekitar Masjid Raya Baiturrahman berubah seketika dari khidmat menjadi penuh amarah.

Usai rangkaian zikir dan doa bersama, seorang warga memanjat tiang bendera utama, menurunkan Bendera Merah Putih, lalu menggantinya dengan bendera Bulan Bintang. Aksi itu sontak memancing reaksi ratusan warga yang hadir.

 Ketika aparat keamanan turun tangan untuk menghentikannya, massa justru melawan dengan melempari batu. Tembakan peringatan pun terdengar memecah ketenangan, membuat warga panik berlarian. 

Kericuhan merembet hingga ke Pendopo Gubernur Aceh, di mana sejumlah orang terlihat merusak dan menginjak-injak lambang negara Garuda Pancasila.

Kaca kendaraan pecah, fasilitas umum rusak, dan situasi sempat lepas kendali  ironis sekali, di hari yang seharusnya menjadi peringatan berakhirnya konflik bersenjata. 

Peristiwa ini pun memunculkan pertanyaan besar: mengapa momentum perdamaian justru berubah menjadi pelemparan batu, pengrusakan, dan penistaan terhadap simbol-simbol negara?

Aparat gabungan TNI–Polri kini memperketat pengamanan di titik-titik vital. Polisi juga tengah menyelidiki tuntas, mengidentifikasi pelaku dan penggerak kericuhan melalui rekaman video serta keterangan saksi. 

Tokoh masyarakat dan ulama pun diminta turun meredam emosi, mengingatkan: aspirasi dan persoalan pelaksanaan kesepakatan damai yang belum tuntas.

 Seharusnya diperjuangkan melalui dialog dan jalur hukum — bukan dengan kekerasan dan penghinaan yang justru mencoreng perdamaian yang telah dijaga dua dekade lebih.

Kini mata publik tertuju pada proses penyelidikan dan langkah selanjutnya.

 Perdamaian yang dibangun susah payah tak boleh runtuh hanya karena tindakan segelintir orang yang membiarkan emosi melampaui akal sehat.(*)

Posting Komentar untuk "Momen Damai Berujung Kericuhan di Banda Aceh"