Mattirodeceng dalam arti menuju kebaikan. Ketika usai pemekaran beberapa tahun silam, kedua desa ini sudah mulai berkembang,. Listrik desa sudah masuk, seiring perkembangan teknologi, satelit pun juga sudah menjangkau hingga pelosok desa.
Komunikasi pun semakin lancar, whapp sudah menjadi media yang dapat membantu memberikan informasi yang lebih cepat ketimbang menelpon langsung, sehingga terbenak dalam buah pikiran teman-teman untuk membuat Grup Bimatro.
Grup Bimatro dalam arti Binuang dan Mattirodeceng, gabungan dua desa yang tidak bisa dipisahkan dalam ikatan batin, yang disingkat Bimatro.
Dalam arti Binuang dan Mattirodeceng, karena rasa kekeluargaan masyarakatnya tetap solid tak bisa dipisahkan karena mereka satu keluarga yang sulit dipisahkan.
Mereka tetap menjalin silahturahmi, seperti sebelumnya ada pemekaran. Terutama dalam bergotong royong melaksanakan giat pertanian, kedua Desa tersebut pekerjaan & penghasilan utamanya adalah pertanian seperti daerah" lainya.
Sehingga kadang hasil pertanian mereka pemasarannya sangat terpengaruh dengan kondisi jalanan.
Meskipun ada pedangang atau Rentainer yang bisa menjalani masuk tetapi harga berbeda karena dipengaruhi oleh kondisi jalan keluar menuju ke jalan Poros Provinsi.Yang tentunya biaya transportasi diperhitungkan.(Suyuti Syam)
Posting Komentar untuk "Kondisi Jalan Yang Rusak Parah Pengaruhi Petani Sulit Berkembang"