Pangkep Media Duta,- Sekitar tahun 1960 an, Sulawesi Selatan, Berbangga dengan hadiranya PT Semen Tonasa, yang membangun pabrik Semen di Desa Tonasa Kecamatan Balocci.
Desa Tonasa adalah sebuah Kampung yang dikelilingi pegunungan batu gamping. Rupanya pegunungan tersebut merupakan salah satu bahan baku untuk semen.
Sejak itu gegap gempita pembangunan proyek pabrik Semen Tonasa disambut evoria masyarakat setempat. Tentu saja, karena pembangunan pabrik semen Tonasa tersebut merupakan peluang besar untuk menampung tenaga kerja.
Itu salah satu penyebab masyarakat setempat melupakan rasa kegembiraannya. Sejak saat itu masyarakat beramai ramai untuk mengajukan lamaran dengan harapan bisa diterima di industri semen pertama di Intim.
Pendatang pun mengalir deras dari luar Sulawesi. Ada pendatang dari Ambon, Buton, Batak, Jawa, Padang, Medang dan berbagai suku lainnya di Indonesia datang ke Desa Tonasa untuk mendapatkan pekerjaan.
Mereka inilah mewarnai kehidupan masyarakat setempat. Bahkan sejak itu pembaruan antara pendatang dengan masyarakat setempat melahirkan keakraban dan juga terjadi perkawinan silang antar suku pendatang dengan penduduk asli setempat.
Begitulah gambaran singkat atas kehadirannya Semen Tonasa yang merupakan salah satu pabrik semen tertua di Indonesia.
Packing plant Semen Tonasa pelabuhan Soekarno Makassar.
Berpindah LokasiBeberapa puluh tahun kemudian karena Pabrik Semen Tonasa Di Desa Tonasa, Kecamatan Balocci, yang berproduksi dengan proses basah sejak tahun 65 an dianggap teknologinya sudah usan.
Lagi pula sudah tidak ekonomis yang justru dianggap mendatangkan kerugian bagi perusahaan. Dengan alasan tersebut Semen Tonasa, mengakhiri masa baktinya di Desa Tonasa, dan dipindahkan kedesa Mangilu, di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep.
Masyarakat di Desa Tonasa, Kecamatan Balocci, sejak rencana kepindahan Pabrik Semen Tonasa merasa kehilangan dan menyisakan rasa sedih. Gemuruh suara pabrik Semen Tonasa Satu, tak terdengar lagi ditelinga penduduk setempat.
Kepulan asap melalui cerobng yang menjulang perlahan lahan menghilang dari udara. DesaTonasa kembali redup, sepi dan sunyi yang ada adalah onggokan besi - besi tua sisa - sisa dari pisik pabrik Semen Tonasa.
Sejarah Tonasa Satu ahirnya terkunur dan tinggal sebuah cerita yang tidak berarti apa - apa bagi masyarakar setempat. Juga debu yang setiap saat beterbangan mencemari lingkungan tak ada lagi yang menjadi keluhan masyarakat.
Akibat maraknya penambangan yang menyisakan lobang menganga. Semua itu kini beralih ke Siloro, Desa Biringere. Rumah - rumah penduduk di daerah itu setiap saat diterpa debu Semen yang beterbangan.
Perusahaan Semen Tonasa, berusaha menangkap debu - debu liar itu yang sangat meresahkan masyarakat setempat dengan memasang mesin penangkapan debu.
Tetapi teknologi itu dianggap tidak efektif sehingga debu - debu liar itu tetap menjadi ancaman masyarakat yang bisa mendatangkan penyakit.
Dampak lainnya atap rumah penduduk menjadi rapuh karena debu semen itu setiap saat hinggap di atas seng yang menyisakan karat.
Tidak lama lagi Semen Tonasa bertambah usia menjadi 57 tahun, tepatnya 2 Nopember 2025 akan datang.
Perusahaan semen terbesar di Indonesia Timur ini diakui bahwa masa Jayanya dapat memberi kesejahteraan kepada karyawannya dengan penerimaan bonus 11 bulan gaji ditambah insentif. H. Sattar Taba, mantan Dirut Semen Tonasa 2 priode, pernah mengunkapkan kepada wartawan media ini, bahwa dijamannya karyawan menerima bonus 11 bulan gaji.
Dilain waktu salah seorang karyawan mengunkapkan, bahwa setelah Semen Tonasa masuk holding Semen Indonesia, beruntung sekali kalau dapat bonus 1 bulan gaji. Begitulah realita kehidupan tak selamanya
Indah.
TAK SEJAYA DULU
Semen Tonasa ketika awalmula memproduksi Semen di Desa Tonasa, disitulah awal mulai kejayaannya. Bagaimana tidak saat itu pada tahun 1968, Semen Tonasa adalah satu satunya pabrik semen yang menguasai pasar seluruh Sulawesi.
Berjalan puluhan kemudian setelah Dirut pertama Ir. Sudaryanto diganti Semen Tonasa mulai mengalami banyak masalah dan tantangan.
Pengelolaan menejmennya tidak berjalan bagus. Juga banyaknya nota2 dari pejabat untuk minta semen dengan gratis membuat Semen Tonasa mengalami kerugian.
Hal tersebut merupakan salah satu masalah yang merusak menejmen. Banyaknya Semen yang menguap yang tentunya yang tidak menghasilkan duit.
Sementara pada waktu itu juga rawan terjadi korupsi oleh oknum2 orang dalam. Semen Tonasa ibarat dihantam badai internal dan juga dari badai luar membuat Semen Tonasa nyaris bangkrut.
Untuk menyelamatkan Semen Tonasa saat itu pemerintah cepat2 bertindak dan didatangkanlah penyelamat dari Semen Padang. Menurut sumber er mengatakan kalau tidak salah katanya adalah Ir. Mari, untuk duduk menjadi dirut.
Kini kondisi Semen Tonasa juga tidak baik2 saja karena menurunnya pasar. Fitambah dengan muncul saingan baru bagi Tonasa dalam pasar semen.
Ir A. Unggul Atas, mantan Dirut Semen Tonasa, beberapa waktu lalu ketika bertemu disuatu warkop mengunkapkan rasa kesalnya, mengatakan bahwa Semen Tonasa, dibawa tekanan Semen Indonesia sebagai holding.
Petinggi Semen Tonasa, tidak bisa berbuat apa2. Mereka dibawa tekanan dan pasrah dengan keadaan. Kejayaan Semen Tonasa yang pernah dirasakan karyawan dan keluarganya pupus lah sudah.
Hal ini diakui banyak karyawan. Saat ini sulit dipridiksi apakah Semen Tonasa, akan kembali berjaya seperti beberapa tahun lalu karena saat ini banyak produk Semen dari beberapa produsen bermunculan dengan harga relatif murah.
Wartawan media mencoba mengkonfirmasi ke humas Semen Tonasa, tidak mendapat respon. ( ram)

Posting Komentar untuk "Redupnya Kejayaan Semen Tonasa"